Berita

Anton Hartono (Komisaris), Gunawan Atmadja (Komisaris), Hermawan Lesmana (Komisaris), Wardhana Atmadja (Direktur), Hendrik Polisar (Direktur), Muljono Nurlimo (Direktur) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 PT Mayora Indah Tbk. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 06:54 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, serta kenaikan harga sejumlah bahan baku utama, PT Mayora Indah Tbk berhasil membukukan penjualan sebesar Rp38,68 triliun pada tahun 2025, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,07 triliun.

Perusahaan berhasil mempertahankan kinerja usaha yang solid di tengah berbagai tantangan global, termasuk lonjakan harga komoditas kopi dan kakao yang memberikan tekanan terhadap industri makanan dan minuman.

Direktur PT Mayora Indah Tbk, Wardhana Atmadja mengatakan, sepanjang 2025 perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan.


Tingginya harga kopi dan kakao sebagai bahan baku utama produksi memberikan tekanan terhadap biaya produksi, sementara perusahaan tetap harus menjaga daya saing harga produk di pasar.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, perseroan menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.

“Strategi ini menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional,” ujar Wardhana.

Menurutnya, mulai menurunnya harga kopi dan kakao pada 2026 memberikan harapan bagi peningkatan margin keuntungan perusahaan.

Selain itu, komposisi penjualan ekspor yang signifikan serta jangkauan pasar ke berbagai negara menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan perseroan secara berkelanjutan.

Mayora memandang, prospek industri makanan dan minuman masih positif, didukung stabilnya konsumsi rumah tangga dan permintaan pasar ekspor yang tetap terjaga.

“Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri," pungkas Wardhana.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya