Berita

Fabiola Elizabeth Agnes. (Foto: Istimewa)

Presisi

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Gajinya Tembus Rp30 Juta
JUMAT, 05 JUNI 2026 | 06:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus dugaan penipuan online jaringan internasional yang beroperasi di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terus mengungkap fakta baru. 

Salah satu sorotan tertuju pada Fabiola Elizabeth Agnes, warga negara Jerman yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah karena diduga terlibat dalam sindikat penipuan berkedok investasi kripto.

Kondisi ekonomi menjadi alasan mantan artis Fabiola  bergabung ke sindikat penipuan scamming model pig butchering. Dia melamar lewat lowongan yang ada di media sosial dan gajinya cukup banyak tergantung kinerja.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan, Fabiola atau F sudah bergabung dengan sindikat itu sejak Januari 2026. Fabiola melihat lowongan di TikTok dan Facebook.

"Yang bersangkutan melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan tersebut karena ada lamaran lowongan lamaran kerjaan di Facebook dan TikTok," kata Artanto kepada wartawan, Kamis 3 Juni 2026.

Fabiola memiliki peran melakukan video call kepada calon korban dan menciptakan kedekatan. Setelah itu korban diarahkan untuk bergabung ke investasi yang ternyata bodong. Mantan istri Reza Smash itu digaji tergantung dari hasil menipu korban.

"Gajinya antara Rp7 sampai Rp30 juta kalau dikurskan rupiah. Gajinya itu dalam bentuk dolar. Namun ini variatif gajinya tergantung daripada hasil yang dia dapat dari korban," kata Artanto, dikutip dari RMOLJateng.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Termasuk mencari tahu apakah masih ada publik figur lain yang terlibat.

Untuk ketahui, Direktorat Siber Polda Jateng membongkar markas pig butchering di Solo Baru dengan target korban di luar negeri. Selama beroperasi setahun, sindikat ini meraup untung hingga Rp41 miliar dari 133 orang korban.

Puluhan orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu 27 warga negara Indonesia, 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya