Berita

Koordinator Nasional Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran Wignyo Prasetyo. (Foto: Dokumentasi Tim 8)

Politik

PSN Perhutanan Sosial Wujudkan Amanat ‘Tanah untuk Rakyat’

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 23:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Slogan 'tanah untuk rakyat' terus diupayakan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui lompatan-lompatan yang bahkan melampaui amanat reformasi.  

Hal itu disampaikan Koordinator Nasional Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran Wignyo Prasetyo dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 4 Juni 2026.

"Penetapan Program Perhutanan Sosial sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN)  adalah  bukti perwujudan dari slogan 'tanah untuk rakyat,” kata Wignyo. 


Mantan aktivis 98 ini juga menegaskan bahwa Perhutanan Sosial digaungkan secara besar-besaran di tahun 2017, hingga akhir pemerintahan Jokowi kurang lebih 5 juta hektar lahan hutan sosial telah dialokasikan ke rakyat. 

"Saat ini tahun 2026 sudah 8 juta hektare lahan Perhutanan Sosial dapat dimanfaatkan oleh lebih dari 2 juta keluarga tani," ungkapnya.

Ia mengapresiasi capaian lain yang sejalan dengan Perhutanan Sosial ini. 

Menurut Sekretaris Umum Tim 8, Akhrom Saleh, sejak dibentuknya Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan) tahun 2025, 5,8 juta hektar lahan telah disita dan dikuasai kembali oleh negara. 

Akhrom menyatakan, selain gebrakan 'sita harta koruptor' yang sejalan dengan mandat reformasi, penguasaan kembali lahan juga dapat mewujudkan agenda reformasi, yakni negara memberikan akses kepada rakyat terhadap lahan-lahan yang disita dan dikuasai kembali oleh negara.

"Negara dapat mengintegrasikan antara capaian-capaian Satgas PKH dengan Proyek Strategis Nasional Perhutanan Sosial," imbuh Akrom.

"Lahan-lahan yang disita dan dikuasai oleh negara dapat dialokasikan untuk Perhutanan Sosial, dimana petani-petani hutan atau masyarakat lahan lahan tersebut dapat mengaksesnya secara legal," tambanya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya