Berita

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam konferensi pers pada Kamis, 7 Mei 2026. (Foto: RMOL)

Politik

Said Abdullah Desak Pemerintah Benahi Tata Kelola dan Kepastian Hukum

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 14:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah diminta memperkuat kepastian hukum dan tata kelola kebijakan untuk memulihkan kepercayaan investor di tengah pelemahan nilai tukar Rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per Dolar AS.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai tekanan terhadap Rupiah dan pasar saham tidak semata-mata dipengaruhi faktor fundamental ekonomi, tetapi juga persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan pemerintah.

Menurutnya, salah satu aspek yang saat ini menjadi perhatian utama investor adalah kepastian hukum.


"Yang menjadi sorotan investor adalah bagaimana pemerintah mampu menciptakan ekosistem yang memberikan kepastian hukum," kata Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026.

Selain itu, Said mendorong pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola kebijakan agar lebih transparan, akuntabel, dan konsisten dengan program prioritas atau quick wins yang telah dicanangkan Presiden.

"Setiap kebijakan harus dikelola dengan baik, transparan, akuntabel, dan tetap mengarah pada program-program prioritas yang telah ditetapkan Presiden," ujarnya.

Said juga menilai sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) perlu diperkuat guna meredam tekanan terhadap rupiah yang masih berlanjut.

Menurutnya, jika koordinasi antarotoritas tidak berjalan optimal, pelaku pasar akan lebih banyak dipengaruhi oleh persepsi dibandingkan kondisi fundamental ekonomi yang sebenarnya.

"Investor tidak lagi melihat fundamental ekonomi kita, tetapi membentuk persepsinya sendiri. Itu yang bisa memengaruhi dan merusak kepercayaan terhadap perekonomian kita," tegasnya.

Karena itu, Said mendorong KSSK segera mengambil langkah pembenahan dan penguatan kebijakan stabilisasi untuk mengatasi tekanan terhadap rupiah dan memulihkan kepercayaan pasar.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya