Berita

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Said Abdullah: Pelemahan Rupiah Tak Bisa Dibiarkan Berlarut

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 13:55 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelemahan nilai tukar Rupiah yang menembus level Rp18.000 per Dolar AS dinilai telah melampaui batas wajar dan membutuhkan langkah cepat dari pemerintah bersama otoritas keuangan.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai kondisi saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor fundamental ekonomi. Menurutnya, nilai tukar rupiah telah bergerak jauh di bawah level yang seharusnya.

"Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas Rp17.600 per Dolar AS," kata Said Abdullah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 4 Juni 2026. 


Karena itu, ia mendorong pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait untuk segera memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menurut Said, stabilitas pasar tidak cukup dijaga hanya melalui intervensi moneter. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola serta peningkatan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

"Maka saya sungguh berharap ada sinergi bauran fiskal dan moneter dalam forum KSSK. Manfaatkan forum itu sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola kebijakan fiskal," ujarnya.

Lebih lanjut, Said mendesak KSSK segera mengambil langkah penguatan untuk meredam tekanan terhadap rupiah yang terus berlanjut.

"Kalau tidak, KSSK harus segera melakukan pembenahan dan penguatan untuk menghentikan pelemahan rupiah yang terus berlangsung," tegasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya