Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar dari siaran CNN)

Politik

ICW: Dugaan Korupsi MBG Buah Perencanaan Buruk, Jangan Berhenti di Petinggi BGN

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 10:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar persoalan oknum, melainkan cerminan dari lemahnya perencanaan dan tata kelola program sejak awal.

Kepala Divisi Advokasi ICW, Egi Primayoga, mengatakan berbagai dugaan penyimpangan yang kini mencuat tidak bisa dilepaskan dari desain program yang menurutnya bermasalah sejak tahap perencanaan.

"Ini merupakan buah dari perencanaan yang buruk. Ketika perencanaannya buruk, implementasinya juga tidak mengagetkan jika akhirnya bermasalah dan berujung pada kasus korupsi seperti yang terjadi saat ini," kata Egi dalam wawancara dengan CNN TV baru-baru ini, dikutip Kamis 4 Juni 2026.


Salah satu indikator lemahnya tata kelola terlihat dari terlambatnya regulasi yang mengatur pelaksanaan program. Aturan terkait tata kelola MBG baru muncul sekitar Oktober atau November, atau hampir 10 bulan setelah program berjalan.

Menurut Egi, kondisi tersebut sudah menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pengelolaan program yang menggunakan anggaran publik dalam jumlah sangat besar.

Tak hanya itu, ICW sebelumnya juga menemukan potensi konflik kepentingan dalam pelaksanaan MBG. Temuan tersebut berkaitan dengan adanya afiliasi sejumlah pihak di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan partai politik maupun individu tertentu.

Karena itu, Egi menilai pengusutan kasus yang kini dilakukan aparat penegak hukum harus menjadi pintu masuk untuk membongkar persoalan yang lebih luas.

"Ini seharusnya menjadi momentum untuk membongkar masalah-masalah lain dalam program MBG itu sendiri. Baik dari sisi tata kelola, pengadaan, maupun anggaran," ujarnya.

ICW juga mengingatkan agar penyidikan tidak berhenti pada nama-nama yang saat ini telah muncul ke publik. Aparat penegak hukum perlu menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang diduga menikmati atau berperan dalam penyimpangan program tersebut.

"Jangan sampai proses hukum hanya berhenti pada Kepala BGN atau Wakil Kepala BGN. Pihak-pihak lain yang diduga terlibat juga harus ditelusuri," tegasnya.

Ia menambahkan, besarnya anggaran MBG yang mencapai triliunan Rupiah membuat seluruh dugaan penyimpangan harus diusut secara menyeluruh. Sebab, dana yang digunakan berasal dari pajak dan uang publik yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

"Jika program ini justru digunakan untuk kepentingan politik atau memperkuat dukungan politik tertentu, saya rasa itu merupakan sesuatu yang tidak patut," kata Egi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya