Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Produksi Susu Lokal Tertinggal, Kemenperin Siapkan Insentif 35 Persen

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan insentif investasi hingga 35 persen untuk mendorong peningkatan kapasitas industri pengolahan susu guna mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, mengatakan pasokan susu untuk program MBG masih menjadi tantangan, meski utilisasi industri pengolahan susu saat ini baru mencapai 72 persen.

"Dalam pemenuhan susu MBG, kami menyadari ini masih ada ketertinggalan dalam suplainya," kata Merrijantij dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, dikutip Kamis 4 Juni 2026. 


Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemenperin menjalankan program restrukturisasi industri guna mendorong investasi baru dan peningkatan kapasitas produksi. 

Melalui skema ini, pelaku usaha dapat memperoleh penggantian investasi hingga 35 persen untuk penggunaan produk ber-TKDN, dan 25 persen untuk produk dalam negeri non-TKDN.

"Program restrukturisasi ini bisa diikuti dan reimburse sampai dengan 35 persen dari nilai investasi yang dikeluarkan untuk produk-produk yang ber-TKDN," ujarnya.

Selain mendorong investasi, Kemenperin juga mempercepat digitalisasi rantai pasok susu segar. Sistem pemantauan stok secara real-time telah diterapkan di 96 Tempat Pengumpulan Susu (TPS) yang dikelola sembilan koperasi.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, mengungkapkan bahwa produksi susu lokal saat ini baru memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan nasional, sedangkan 75 persen sisanya masih bergantung pada impor.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi sapi perah dan produktivitas peternakan untuk memperkuat pasokan dalam negeri. Merrijantij menegaskan, peningkatan konsumsi susu menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

"Industri sangat mendukung peningkatan konsumsi susu nasional ini sehingga masyarakat Indonesia yang unggul di tahun 2045 bisa tercapai," tutupnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya