Berita

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal. (Foto: Istimewa)

Politik

Jangan Ulangi Sejarah Arun di Blok Andaman

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 04:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penemuan cadangan gas jumbo di Blok South Andaman oleh Mubadala Energy adalah karunia besar bagi Indonesia, dan khususnya Aceh. Namun karunia bisa berubah jadi kutukan jika Aceh kembali hanya jadi penonton di tanah sendiri.

Merespons hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal secara tegas mendukung langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang meminta penundaan pengesahan Plan of Development (PoD) Lapangan Tangkulo ke pemerintah pusat. 

"Penundaan ini bukan untuk menghambat investasi. Ini adalah jeda konstitusional untuk memastikan investasi tersebut adil bagi rakyat Aceh sesuai amanat UUPA (Undang-Undang Pemerintahan Aceh)," kata Jose dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.


Agar rakyat Aceh tidak hanya menjadi penonton, Jose menyodorkan tiga usulan. Pertama, pengelolaan Andaman menggunakan Onshore Receiving Facility (ORF) di KEK Arun dan menolak skema FPSO alias kapal produksi terapung  yang menjadikan gas Aceh langsung diangkut ke luar tanpa nilai tambah. 

“Infrastruktur eks Arun sudah ada. SDM Aceh siap. Ini akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan industri turunan, bukan sekadar angka Dana Bagi Hasil atau DBH,” kata Jose.

Kedua, Jose mendesak pemerintah daerah untuk merealisasikan Participating Interest (PI) 10 persen untuk Aceh. Sesuai PP 23/2015, BUMD Aceh berhak atas PI 10 persen. 

"Dividen PI harus masuk ke dana abadi untuk pendidikan dan kesejahteraan rakyat," kata Jose.

Ketiga, Jose menyarankan ke pemerintah daerah Aceh untuk menuntut transparansi penuh atas kontrak dan skema bagi hasil. Rakyat Aceh berhak tahu, berapa split untuk negara, berapa cost recovery dan estimasi DBH Aceh per tahun. 

Sementara kepada SKK Migas dan Menteri ESDM, Jose meminta agar pemerintah pusat menghormati semangat otonomi khusus. 

“Blok Andaman bukan sekadar proyek energi nasional. Ini ujian keadilan fiskal untuk Aceh. Molor 6 bulan untuk negosiasi jauh lebih baik daripada konflik 30 tahun karena rakyat merasa dikhianati,” kata Jose. 

Jose juga berharap agar Mubadala Energy menjadi mitra jangka panjang, bukan kontraktor yang datang dan pergi. Komitmen investasi di ORF Arun adalah bukti keseriusan Mubadala untuk membangun Aceh, bukan sekadar mengeruk gasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya