Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

RABU, 03 JUNI 2026 | 17:10 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima tahun terakhir, negara tersebut mencatatkan penyusutan lebih dari 3 juta penduduk, menjadikannya rekor penurunan populasi terbesar sejak pencatatan sensus mulai dilakukan pada 1920.

Data sensus terbaru menunjukkan bahwa total penduduk Jepang pada 2025 berada di angka sekitar 123 juta jiwa. Angka tersebut merosot tajam dibandingkan dengan populasi pada 2020 yang masih menyentuh 126,1 juta jiwa.

Imbasnya, ukuran populasi Jepang saat ini mundur dan nyaris setara dengan kondisi pada 1989.


Akar masalah dari krisis ini terbukti semakin sulit dibendung, yakni kombinasi mematikan antara populasi yang terus menua dan anjloknya angka kelahiran.

Berbagai manuver pemerintah selama puluhan tahun untuk mendorong generasi muda agar memiliki lebih banyak anak rupanya belum mampu membalikkan keadaan.

Ironisnya, untuk setiap satu bayi yang lahir di Jepang saat ini, terdapat dua kematian yang terjadi.

Jika tren mengerikan ini terus berlanjut, populasi yang sempat memuncak pada angka 128 juta jiwa di tahun 2008 diproyeksikan hanya akan tersisa sekitar 87 juta jiwa pada 2070 mendatang.

Dampak krisis ini memicu efek domino yang masif ke seluruh penjuru negeri. Sebanyak 45 dari 47 prefektur secara serempak melaporkan penurunan jumlah warga pada 2025.

Prefektur Akita dan Aomori bahkan mencatatkan kondisi paling parah dengan penyusutan populasi mencapai 8 persen. Eksodus anak muda ke kota-kota besar demi mencari upah yang lebih baik membuat kawasan pedesaan menjadi sangat sepi.

Jutaan rumah kini dibiarkan kosong terbengkalai. Mirisnya lagi, banyak sekolah yang tak lagi memiliki murid terpaksa dialihfungsikan menjadi panti jompo.

Tak hanya itu, rumah sakit dan kantor pemerintahan terpaksa memangkas pegawai, sementara sejumlah jalur kereta api pun harus ditutup akibat ketiadaan penumpang.

Apa yang terjadi di Jepang saat ini seolah menjadi alarm keras dan cerminan masa depan bagi negara-negara maju lainnya di dunia.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya