Berita

Presiden Prabowo dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo-Megawati Kedepankan Guyub di Tengah Ketidakpastian Global

RABU, 03 JUNI 2026 | 14:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Fenomena salaman Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-4 RI Megawati Soekarnoputri, dalam kacamata Partai Gerindra merupakan sikap keguyuban para pemimpin Bangsa di tengah kondisi global yang tidak pasti.

Jurubicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menuturkan, secara semiotika bahasa tubuh Presiden Prabowo dengan Megawati merupakan kedewasaan politik kedua tokoh itu.

"Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan yang tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujar Bahtra kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.


Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu memandang, kepemimpin Presiden Prabowo yang nampak saat ini menjadi tauladan, sehingga isu-isu miring yang beredar tentang arah politik terbantahkan dengan sendirinya.   

"Kita juga patut bersyukur memiliki pemimpin, seperti Pak Prabowo yang selalu memberikan penghormatan kepada para pemimpin terdahulu," urainya. 

"Inilah salah satu ciri khas kepemimpinan beliau, yakni mengedepankan persatuan, gotong royong, dan semangat bahu-membahu dalam membangun bangsa," sambung Bahtra.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu meyakini, komunikasi politik melalui gandengan tangan ini juga menunjukkan bahwa hubungan Prabowo dan Megawati terjalin dengan baik sejak lama. 

"Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara," demikian Bahtra menambahkan.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya