Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Terjun Bebas di Sesi I Siang Ini, Rupiah Tak Berdaya

RABU, 03 JUNI 2026 | 12:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tekanan besar melanda pasar keuangan Indonesia pada paruh pertama perdagangan Rabu 3 Juni 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,94 persen ke level 5.889,48 pada penutupan sesi I, setelah sempat merosot lebih dalam hingga 5,13 persen selama perdagangan berlangsung.

Pelemahan terjadi secara merata di hampir seluruh sektor. Sebanyak 752 saham terkoreksi, hanya 38 saham yang menguat, sementara 169 saham bergerak stagnan. 


Aktivitas perdagangan terpantau sangat tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 1,76 juta kali, volume 23,51 miliar saham, dan nilai transaksi sebesar Rp14,86 triliun.

Setelah menjadi penopang utama penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya, saham-saham berkapitalisasi besar justru berbalik menjadi pemberat indeks. 

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tumbang hingga menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) dengan penurunan 14,91 persen, menjadi salah satu kontributor terbesar pelemahan indeks. 

Saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT), juga memberikan tekanan signifikan. Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menjadi beban utama bagi pergerakan IHSG.

Pelaku pasar menilai tekanan jual yang masif tidak terlepas dari aksi keluar investor asing menyusul efektifnya penyesuaian bobot atau rebalancing indeks MSCI per 1 Juni 2026. 

Rebalancing MSCI biasanya mendorong manajer investasi global untuk menyesuaikan portofolionya sesuai komposisi indeks terbaru. Ketika bobot saham Indonesia dikurangi atau keluar dari indeks acuan tersebut, dana asing, terutama yang dikelola secara pasif, cenderung melakukan penjualan dalam jumlah besar.

Di saat yang sama, tekanan juga menghantam pasar valuta asing. Berdasarkan data Refinitiv pukul 11.00 WIB, nilai tukar Rupiah melemah 0,4 persen ke level Rp17.925 per Dolar AS. Posisi tersebut menjadi rekor terlemah sepanjang sejarah dan semakin mendekati level psikologis Rp18.000 per Dolar AS.

Pelemahan Rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Selain keluarnya dana asing dari pasar saham dan obligasi akibat rebalancing MSCI, penguatan dolar AS secara global yang ditopang kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve turut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya