Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Naik di Tengah Kegelisahan Pasar Terkait Selat Hormuz

RABU, 03 JUNI 2026 | 09:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali beranjak naik di tengah ketidakpastian terkait upaya Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni, 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent naik sekitar 1 persen ke level 96 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hampir 2 persen ke 93,76 Dolar AS per barel. Padahal pada awal perdagangan, kedua kontrak sempat turun lebih dari 2 Dolar AS per barel.

Dengan kenaikan tersebut, Brent dan WTI berada di jalur untuk mencatat penutupan tertinggi sejak 26 Mei 2026.


Pasar saat ini masih gelisah masih menunggu perkembangan terbaru mengenai negosiasi antara AS dan Iran. Media Iran melaporkan bahwa Teheran sedang meninjau usulan kesepakatan dari Washington untuk menghentikan perang. Namun, dalam beberapa hari terakhir belum ada komunikasi baru antara kedua pihak.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran kini memasuki fase kebuntuan. Salah satu dampak terbesarnya adalah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi penghubung utama perdagangan energi dunia.

Sejak perang dimulai, Iran membatasi sebagian besar pengiriman kapal non-Iran yang keluar masuk kawasan Teluk. Kondisi ini mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia serta mendorong harga energi melonjak lebih dari 50 persen.

Presiden AS Donald Trump pada Senin mengatakan negosiasi masih berjalan dan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata yang dicapai pada April serta membuka kembali Selat Hormuz dapat tercapai dalam waktu sekitar satu minggu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Iran telah bersedia membahas beberapa aspek program nuklirnya yang sebelumnya tidak ingin dinegosiasikan. Namun, Rubio menegaskan hal tersebut belum menjamin tercapainya kesepakatan final.

Ketidakpastian juga meningkat setelah kantor berita Fars melaporkan komunikasi terkait kemungkinan kesepakatan sempat terhenti dalam beberapa hari terakhir. Iran disebut kembali menyoroti operasi militer Israel di Lebanon dan meminta penghentian serangan terhadap kelompok Hezbollah yang menjadi sekutunya.

Di sisi pasokan, Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan persediaan minyak global berpotensi turun ke level yang sangat rendah menjelang puncak permintaan musim panas jika penarikan stok terus berlangsung dengan kecepatan saat ini.

Pelaku pasar juga menunggu laporan persediaan minyak mingguan AS dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Para analis memperkirakan stok minyak mentah AS berkurang sekitar 3,6 juta barel pada pekan yang berakhir 29 Mei.

Jika perkiraan tersebut terbukti benar, maka ini akan menjadi penurunan stok minyak selama enam pekan berturut-turut, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada Januari 2025. Kondisi itu dapat menjadi sinyal bahwa pasokan semakin ketat dan berpotensi terus mendukung kenaikan harga minyak.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya