Berita

Dua unit helikopter water bombing diturunkan untuk melakukan pemadaman di wilayah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai berisiko tinggi. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Helikopter Water Bombing Padamkan Lima Titik Api di Sumsel

RABU, 03 JUNI 2026 | 03:28 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali muncul di Sumatera Selatan (Sumsel). Dalam patroli udara yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, sedikitnya lima titik api terdeteksi di sejumlah wilayah rawan karhutla.Berita Sumatera Selatan

Titik api terpantau berada di Kabupaten Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin (Muba), dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, temuan itu diperoleh dari hasil patroli dua helikopter yang melakukan pemantauan udara pada Senin 1 Mei 2026.


“Berdasarkan patroli udara ditemukan lima firespot yang tersebar di beberapa kabupaten. Masing-Rmasing wilayah ditemukan satu titik api,” kata Sudirman, dikutip dari RMOLSumsel, Rabu 3 Mei 2026.

Dari hasil pemantauan, karhutla terluas terdeteksi di sejumlah daerah dengan rata-rata luasan mencapai dua hektare. Di Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, lahan seluas sekitar dua hektare terbakar dan mengeluarkan asap tipis yang masih terkendali.

Sementara itu, di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, petugas menemukan kebakaran lahan dengan luasan sekitar dua hektare. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, yang mencatat area terbakar sekitar dua hektare.

Sedangkan di Kabupaten Ogan Ilir, tepatnya wilayah Rambang Kuang, kebakaran terjadi di lahan seluas dua hektare dengan potensi penyebaran yang cukup tinggi. Adapun di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Untuk mencegah api meluas, tim gabungan langsung mengerahkan armada udara. Dua unit helikopter water bombing diturunkan untuk melakukan pemadaman di wilayah yang dinilai berisiko tinggi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya