Berita

Caketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Afifuddin Suhaili Kalla alias Afi Kalla mengisi kuliah umum di Universitas Hasanuddin. (Foto: Istimewa)

Politik

Jelang Munas XVIII HIPMI

Afi Kalla Dorong Transformasi IKM Nasional

RABU, 03 JUNI 2026 | 02:22 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2026-2029 Afifuddin Suhaili Kalla alias Afi Kalla berharap ada langkah nyata dalam transformasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) nasional melalui lima visi utama bertajuk "IKM Bikin Jadi: Inovasi Mahasiswa untuk Hilirisasi Ekonomi".

Gagasan tersebut disampaikan Afi saat mengisi kuliah umum di Universitas Hasanuddin menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026, Selasa 2 Juni 2026.

"Pertama soal digitalisasi. Fokus pada penetrasi IKM di ranah digital, akselerasi, dan transformasi dengan jargon JadiDigital," kata Afi.


Afi juga memperkenalkan visi JadiCair yang berfokus pada investasi dan akses pendanaan bagi pelaku usaha muda. 

Tak hanya itu, Afi juga mengemukakan visi ketiga yakni JadiMandiri. Menurutnya, hal ini penting karena menciptakan kemandirian ekonomi yang mesti diperjuangkan generasi muda.

Selanjutnya, terkait peningkatan kualitas pengusaha dengan jargon JadiPaten. Afi bercita-cita memberi wadah pengusaha muda untuk kolaborasi, sehingga dapat tumbuh bersama.

"Kelima adalah penguatan jejaring. Termasuk advokasi dan kemitraan strategis," kata Afi.

Visi kelima memiliki jargon JadiSolid, yang fokus merangkul pengusaha muda untuk maju bersama. 

Menurut Afi, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi nasional. Ia mendorong generasi muda untuk aktif menciptakan inovasi yang mampu memperkuat hilirisasi ekonomi Indonesia.  

Afi juga menyoroti empat tantangan utama yang dihadapi pengusaha muda, yakni keterbatasan pemodalan, riset, akses pasar, dan koneksi bisnis.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya