Berita

Silaturahmi kebangsaan di Media Corner Avocado, Yogyakarta. (Foto: Dok. AM Putut Prabantoro)

Nusantara

Ulama Kharismatik KH Suyuti Toha Mencium Aroma Pergerakan Kelompok Kiri

SELASA, 02 JUNI 2026 | 22:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ulama kharismatik sekaligus pendiri Jamaah Dzikir Nurul Wathon, KH Fathulloh Suyuti Toha mencium adanya pergerakan dari kelompok kiri yang memanfaatkan situasi geopolitik global untuk mengacaukan stabilitas di dalam negeri.

Kiai Suyuti memperingatkan, dinamika geopolitik dunia saat ini berpotensi dimanfaatkan oleh kekuatan asing yang memiliki kepentingan militer, ekonomi, maupun perdagangan di Indonesia.

"Saya menandai kelompok kiri mulai bergerak. NKRI harus dijaga. TNI harus dibantu dalam melaksanakan tugasnya," tegas Kiai Suyuti saat menggelar silaturahmi kebangsaan di Media Corner Avocado, Yogyakarta dikutip pada Selasa, 2 Juni 2026. 


Kiai Suyuti mengingatkan agar seluruh elemen bangsa tidak menganggap remeh potensi konflik internal yang dapat memicu hancurnya negara.

"Persatuan itu sangat mahal. Sebagai bangsa yang memiliki keberagaman, persatuan harus terus dijaga dan tidak boleh luntur. Sekali lengah dan menganggap remeh persatuan, negara kita bisa hancur," lanjutnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk merapatkan barisan mendukung pemerintah. Menjaga kekompakan dinilai menjadi kunci utama agar Indonesia bisa keluar dari situasi sulit akibat dampak global.

Ia memastikan bahwa Jamaah Dzikir Nurul Wathon akan konsisten mengawal jalannya roda pemerintahan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Tidak hanya pemerintah Presiden Prabowo, tetapi juga pemerintahan-pemerintahan berikutnya. Kita harus membaktikan diri kepada bangsa dan negara. Nurul Wathon akan terus berjalan dan tidak boleh bergantung pada dukungan pemerintah," pungkasnya.

Silaturahmi Lintas Iman

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Kiai Suyuti usai memimpin rombongan melakukan ziarah kebangsaan ke makam Panglima Besar Jenderal Sudirman di TMP Kusumanegara, Minggu, 30 Mei 2026.

Kehadiran rombongan majelis dzikir nasional ini dipimpin langsung oleh Dewan Pembina Jamaah Dzikir Nurul Wathon, Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.

Kedatangan Kiai Suyuti disambut hangat oleh sang tuan rumah, AM Putut Prabantoro, yang merupakan alumnus PPSA XXI Lemhannas RI sekaligus mantan tenaga profesional bidang ideologi di Lemhannas RI.

"Ini merupakan kejutan besar sekaligus membahagiakan. Saya tidak pernah menduga seorang kiai besar dan kharismatik hadir di rumah saya. Saya merasa sangat terhormat," ujar Putut.

Suasana nasionalisme dan toleransi makin kental saat Putut dan Kiai Suyuti melakukan panggilan video (video call) bersama sahabat karib mereka, Rm Fadjar Tedjo Soekarno Pr.

Romo Fadjar adalah Pastor Paroki Gereja Katolik St. Paulus Kraksaan, Probolinggo, yang sempat viral pada Agustus 2024 lalu karena memasangkan penutup kepala udeng Banyuwangi langsung ke kepala Paus Fransiskus saat beraudiensi di Vatikan.

Sejumlah tokoh lintas elemen dari berbagai daerah turut mendampingi pertemuan tersebut, di antaranya Dirut LAZ Nasional Gerakin Sandi Suwardi Hasan; Prof Dr KGPH H Muhammad Kurnia Hasanudin dari Keraton Surakarta; Sekretaris DPW DKI Jakarta Arif Prasetyo; H Ramadhan Gatot Sietikno dari Dewan Masjid Sleman; Habib Jafar (Jakarta); serta Syech Yusuf (Malang).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya