Berita

CEO NCKU RDF, Prof Ju-Ming Wang (kedua dari kanan) dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla (kedua dari kiri). (Foto: Dokumentasi Pemuda Muhammadiyah)

Nusantara

Taiwan Gandeng Pemuda Muhammadiyah Kembangkan Talenta AI dan Semikonduktor

SELASA, 02 JUNI 2026 | 21:43 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

National Cheng Kung University Research and Development Foundation (NCKU RDF) Taiwan menggandeng Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam kerja sama pengembangan talenta dan pelatihan profesional di bidang teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga semikonduktor.

Kerja sama tersebut tertuang dalam dokumen yang ditandatangani oleh CEO NCKU RDF, Prof Ju-Ming Wang dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla. 

Dalam dokumen itu disebutkan bahwa kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan industri, hingga pelatihan profesional berbasis kebutuhan masa depan.


“Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan talenta, pelatihan profesional, dan pendidikan berbasis industri berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan,” demikian isi dokumen kerja sama tersebut yang diterima redaksi di Jakarta pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kerja sama ini akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, keamanan siber, bioteknologi, keberlanjutan, hingga pelatihan bahasa dan teknologi baru lainnya.

Melalui platform Talent Development Center milik NCKU RDF, kedua pihak akan mengembangkan program pelatihan bagi universitas dan institusi di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.

“Melalui kerja sama ini, para pihak bertujuan mencetak talenta tingkat menengah hingga tinggi di Indonesia serta memperkuat keterhubungan antara Taiwan dan Indonesia dalam industri masa depan,” tulis dokumen tersebut.

Selain pelatihan daring dan luring, kerja sama juga mencakup pengembangan program sertifikasi, pendidikan berkelanjutan, forum akademik, konferensi, hingga pertukaran institusi.

Kedua pihak juga membuka peluang pembentukan skema dukungan administratif maupun mekanisme berbagi pendapatan untuk program-program tertentu yang dijalankan bersama.

Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan 22 Mei 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya