Berita

Mirza Nadhir Majid. (Foto: RMOL)

Nusantara

Sineas Muda Bawa "Holly Salt" di Ajang Balinale 2026

LAPORAN: VAYANTRI DIVIANTA*
SELASA, 02 JUNI 2026 | 21:05 WIB

Ajang Balinale dijadikan Mirza Nadhir Majid dan teman-temannya menampilkan kaya sinema mereka yang berjudul "Holly Salt". 

Pria asal Jakarta itu turut berpartisipasi bersama puluhan pembuat film lainnya mengangkat bisnis berkedok agama yang sering ditemui di lingkungan masyarakat Indonesia. 

Mirza bercerita, film pendek karyanya tersebut ingin menyampaikan kritikan kepada para oknum yang menggunakan konsep religius untuk meraup pundi-pundi keuntungan. 


Sutradara muda Mirza mengatakan film pendeknya tayang dalam ajang Balinale 2025 di XXI Icon Mall, Sanur, Selasa 2 Juni 2026. Di mana festival film international tersebut pada tahun ini menampilkan 94 film Dari 38 negara di Bali.

“Filmnya durasi 15 menit. mengisahkan seorang ustaz yang menjual garam ruqyah demi keuntungan pribadi. Untuk sarana pengusir gangguan gaib yang tidak memiliki keistimewaan apapun,” kata Mirza.

Menurut Mirza, ide film pendek Holy Salt lahir dari keresahan yang ia temui langsung di masyarakat. Sebagai seorang muslim dan alumnus pesantren, ia mempertanyakan praktik penjualan berbagai produk yang mengatasnamakan agama namun dijual dengan harga berkali-kali lipat dari nilai aslinya.

“Kita hidup di negara yang masyarakatnya sangat religius. Justru karena itu, kepercayaan sering dimanfaatkan menjadi komoditas bisnis,” tutur Mirza.

Tak hanya sekedar membuat tema dengan isu tersebut, Mirza dan rekan-rekannya juga melakukan riset di lingkungan masyarakat. Ironinya, Mirza malah menjadi korban penjualan  garam ruqyah itu. 

Garam itu dibandrol dengan harga puluhan ribu disertakan tulisan pendek di belakang kemasannya tata cara penggunaannya dan doa apa saja yang dipakai.

“Kepercayaan itu hak setiap orang. Tapi ketika kepercayaan diperdagangkan dan dimanfaatkan untuk mencari keuntungan dari masyarakat yang awam, di situlah masalahnya,” tegas Mirza.

Film pendek itu Mirza akui berawal dari proyek tugas kampus sebagai mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). 

Alih-alih hanya tugas kuliah, Mirza malah tertarik menjadikan tugas itu menjadi film pendek yang diikutsertakan dalam festival film international Balinale 2026.

“Anggaran sekitar Rp30 juta, produksi film melibatkan tujuh kepala departemen, sekitar 45 kru, serta enam pemeran. Proses pembuatan tiga bulan, syuting dua hari, dan pascaproduksi satu bulan,” pungkasnya.
*Kontributor Bali

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya