Berita

Desa Energi Berdikari (DEB) di Desa Keliki, Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina Dorong Kemandirian Desa Keliki Lewat Program DEB

SELASA, 02 JUNI 2026 | 17:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmen keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah konkretnya dibuktikan melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) di Desa Keliki, Kecamatan Tegalallang, Kabupaten Gianyar, Bali.

DEB Keliki hadir sebagai desa inovatif yang memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan masyarakat pedesaan. Fokus utamanya adalah pengolahan sampah menjadi kompos serta penguatan ketahanan pangan melalui sistem pertanian ramah lingkungan.

Hebatnya seluruh sumber energi pengolahan sampah hingga pompa penggerak pengairan sawah di desa ini dipasok dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).


Dampak positif program ini ditinjau langsung oleh jajaran Dewan Komisaris Pertamina yang mendengarkan penuturan dari para penerima manfaat pada Kamis lalu, 28 Mei 2026 lalu.

Ketua BUMDes Yowana Bakti Keliki sekaligus Local Hero, I Wayan Sumada mengungkapkan, desanya menghasilkan sekitar 7 ton sampah per hari. Kehadiran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu - Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dibina Pertamina menjadi solusi jitu.

"Kehadiran TPS3R sangat membantu masyarakat untuk mengelola dan mengolah sampah," ujar Wayan Sumada penuh antusias.

Untuk mendukung operasional TPS3R, dipasang PLTS berkapasitas 10,5 kWp yang memproduksi 14.256 kWh energi surya per tahun. Fasilitas ini sukses memangkas biaya listrik hingga Rp21 juta per tahun dan mereduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 13,7 ton CO2eq per tahun.

Tak hanya menghemat biaya, dukungan Pertamina juga mengubah perilaku warga dalam memilah sampah rumah tangga menjadi organik, anorganik, dan residu.

"Saat ini kesadaran masyarakat memilih sampah sudah sangat tinggi. Kami mengelola sampah untuk dikembalikan ke alam agar semakin bermanfaat," tambahnya.

Selain pengolahan sampah, PLTS berkapasitas 17,5 kWp juga dikerahkan untuk menggerakkan pompa air tanah bertenaga surya. Pompa ini mengairi sawah di 7 Subak saat musim kemarau, meliputi Subak Tain Kambing, Sebali, Uma Desa Keliki, Jungut, Umelikode, Bangkiangsidem, dan Lauh Batu.

Infrastruktur hijau ini menghasilkan 84.000 kWh energi surya per tahun, menghemat biaya listrik Rp35 juta per tahun, dan menekan emisi GRK sebesar 23,1 ton CO2eq per tahun.

Hasilnya pun instan karena produktivitas padi organik di Desa Keliki melonjak drastis dari yang semula hanya 5 hingga 5,5 ton per hektare kini meroket menjadi 8,7 ton per hektare setelah mendapat pembinaan Pertamina.

Melihat keberhasilan tersebut, Komisaris Independen Pertamina, Raden Adjeng Sondaryani, memberikan apresiasi tinggi atas dampak nyata yang dirasakan masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.

"Melihat keberhasilan DEB Keliki, saya dan jajaran Dewan Komisaris sangat senang. Semoga program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) perusahaan bisa terus memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Raden Adjeng.

Kini DEB Keliki bertransformasi menjadi ekosistem percontohan ekonomi warga melalui kegiatan Eco Village dan Agrikultur. Program ini telah memberi manfaat kepada 1.200 Kepala Keluarga (KK), melibatkan 9 pekerja, dan berkolaborasi dengan 15 UMKM pemuda desa.

Desa Keliki juga sukses meluncurkan produk pupuk organik berkualitas tinggi, cairan ecoenzyme, hingga kompos organik.

Berkat inovasi berbasis energi bersih ini, DEB Keliki kini kebanjiran wisatawan dan akademisi. Tercatat sudah ada 6.000 tamu, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung untuk belajar mengelola sampah dan pertanian hijau sekaligus mendongkrak geliat ekonomi warung dan kafe milik warga setempat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya