Berita

Cabai rawit merah. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen, BPS Ungkap Biang Keroknya

SELASA, 02 JUNI 2026 | 13:20 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini mengatakan kenaikan inflasi terjadi karena meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026.

Secara kumulatif, inflasi tahun kalender (ytd) hingga Mei 2026 mencapai 1,35 persen. Sementara inflasi tahunan (yoy) tercatat sebesar 3,08 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Mei 2025 sebesar 1,60 persen.


Pudji menjelaskan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Mei 2026 dengan andil inflasi 0,12 persen dan tingkat inflasi 0,39 persen. 

Diikuti oleh kelompok transportasi dengan andil inflasi 0,07 persen dan tingkat inflasi 0,61 persen. 

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras. Cabai merah memberikan andil inflasi terbesar sebesar 0,08 persen. Selanjutnya, minyak goreng dan bawang merah masing-masing memberikan andil inflasi 0,04 persen, sedangkan tomat dan beras masing-masing menyumbang 0,03 persen dan 0,02 persen,”  ujar Pudji dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.

Sementara pada kelompok transportasi, komoditas yang dominan mendorong inflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara, dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen. 

Dari sisi komponen pembentuk inflasi, seluruh kelompok mengalami kenaikan. Komponen inti tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22 persen, didorong oleh naiknya harga minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, serta biaya pemeliharaan dan servis.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,52 persen. Komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan tersebut antara lain bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin, dan solar.

Adapun komponen harga bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya