Berita

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Mendiktisaintek Bantah akan Tutup Prodi yang Tak Sesuai Kebutuhan Industri

SELASA, 02 JUNI 2026 | 12:43 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membantah isu yang menyebut pemerintah akan menutup program studi (prodi) yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Selasa 2 Juni 2026, Brian menegaskan bahwa kebijakan Kemendiktisaintek bukan menutup program studi, melainkan mendorong pengembangan dan penyesuaian kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja.

Menurut Brian, penutupan 122 program studi yang terjadi sepanjang 2026 bukan merupakan kebijakan kementerian. Seluruh penutupan tersebut dilakukan atas usulan perguruan tinggi negeri maupun swasta sebagai penyelenggara pendidikan.


"Seluruh penutupan itu berdasarkan usulan dari badan penyelenggara, baik PTN maupun PTS," kata Brian.

Ia menjelaskan, keputusan menutup atau mengubah program studi umumnya didorong oleh berbagai faktor, seperti minimnya jumlah mahasiswa hingga kebutuhan transformasi ke bidang yang lebih diminati dan memiliki prospek kerja yang lebih luas.

Sebagai contoh, sejumlah perguruan tinggi mengubah program studi Matematika menjadi Aktuaria untuk menyesuaikan kebutuhan industri yang terus berkembang.

"Ketika menjadi aktuaria, materi pembelajarannya lebih fokus pada kompetensi yang dibutuhkan dunia industri," ujarnya.

Brian menegaskan, pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk menghapus program studi yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan industri. Sebaliknya, Kemendiktisaintek mendorong evaluasi dan pengembangan program studi secara berkala agar tetap adaptif terhadap perubahan zaman.

Untuk itu, perguruan tinggi diminta melakukan evaluasi kurikulum setiap tiga hingga empat tahun guna memastikan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan tetap terjaga.

"Alih-alih menutup, kami justru mendorong pengembangan program studi agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Yang disesuaikan adalah substansi pembelajarannya, bukan dengan menutup program studinya," tegas Brian.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya