Berita

Momen kehangatan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Istana Negara. (Foto: Setpres)

Politik

Kedekatan dengan Megawati Menguntungkan Pemerintahan Prabowo

SELASA, 02 JUNI 2026 | 10:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Momen kehangatan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Istana Negara mendapat tanggapan positif dari pengamat politik Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai kedekatan yang ditunjukkan kedua tokoh nasional tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Menurutnya, Prabowo dan Megawati memang telah lama memiliki hubungan yang baik dan saling menghormati satu sama lain.

"Ini bukan hal yang aneh, kan mereka berdua memang bersahabat," kata Hensa kepada RMOL, Selasa, 2 Juni 2026.


Menurut pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu, hubungan harmonis antara Prabowo dan Megawati juga tercermin dari sejumlah pernyataan Presiden yang belakangan memberikan apresiasi kepada PDIP, termasuk saat berpidato di DPR.

"Prabowo kemarin juga puji PDIP kan di DPR. Jadi memang dengan strategi Pak Prabowo yang merangkul semua, berteman baik, minimal bersahabat baik dengan Bu Mega, saling menghormati dan menghargai posisi, itu hal yang terbaik bagi pemerintahan Prabowo saat ini," ujarnya.

Hensa menilai pendekatan politik yang mengedepankan persahabatan dan komunikasi lintas kekuatan politik akan membantu menciptakan stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah.

Menurutnya, langkah Prabowo menjaga hubungan baik dengan Megawati sebagai salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Indonesia merupakan strategi yang tepat untuk memperkuat konsolidasi kebangsaan.

"Bagus itu," tegas Hensat.

Ia menambahkan, suasana politik yang lebih cair dan penuh penghormatan antarelite bangsa akan memberikan dampak positif bagi jalannya pemerintahan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap stabilitas politik nasional.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya