Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Merah Terbakar Drama Timur Tengah

SELASA, 02 JUNI 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka turun 0,52 persen, sementara indeks Topix melemah 0,98 persen. 

Tekanan jual juga terlihat di Korea Selatan, dengan indeks Kospi turun 0,32 persen dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq anjlok 2,5 persen.


Pasar Australia turut bergerak di zona merah. Indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 0,67 persen pada awal perdagangan.

Dari wilayah lain, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.207, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 25.398,18. Hal ini mengindikasikan pembukaan pasar yang cenderung melemah.

Informasi terbaru terkait proses negosiasi AS-Iran membuat sentimen investor tertekan di tengah kekhawatiran bahwa perundingan kedua negara dapat berakhir tanpa kesepakatan.

Dalam sebuah wawncara dengan CNBC pada Senin, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang menimbulkan ketidakpastian mengenai kelanjutan negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu peduli jika perundingan tersebut berakhir tanpa hasil.

“Sejujurnya, saya tidak peduli jika perundingan itu berakhir. Saya benar-benar tidak peduli. Saya sama sekali tidak peduli,” kata Trump.

Ia juga menyebut proses negosiasi yang berlangsung cukup lama itu mulai terasa “sangat membosankan”.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya