Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Pertahanan RI Tak Boleh Bergantung pada Satu Negara

SELASA, 02 JUNI 2026 | 05:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di persimpangan jalur perdagangan internasional, membutuhkan kemampuan pertahanan yang tidak mudah dipengaruhi tekanan eksternal.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah mengatakan, dunia sedang mengalami perubahan besar dengan meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan China, konflik di berbagai kawasan, serta perlombaan teknologi militer yang semakin intensif.

Dalam situasi seperti itu, Indonesia harus menjaga posisi bebas aktif dengan memperkuat kemampuan nasionalnya sendiri.


“Politik luar negeri bebas aktif hanya bisa berjalan apabila didukung kemandirian nasional. Kalau pertahanan kita bergantung penuh kepada satu negara, maka ruang gerak diplomasi juga akan ikut terbatas,” kata Amir, dikutip Selasa 2 Juni 2026.

Amir juga mengaitkan kerja sama pertahanan dengan rencana pengembangan Bandara Internasional Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat Hercules untuk kawasan Asia.

Menurut dia, rencana tersebut harus dipahami sebagai bagian dari strategi memperkuat industri pertahanan nasional dan meningkatkan kemampuan pemeliharaan pesawat secara mandiri.

“Kalau Kertajati ingin menjadi pusat MRO Hercules kawasan Asia, maka Indonesia harus memiliki akses yang kuat terhadap rantai pasok suku cadang dan kemampuan teknis yang memadai. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga menyangkut ketahanan nasional,” ujarnya.

Amir menilai publik perlu mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai manfaat strategis proyek tersebut agar tidak muncul kesalahpahaman.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kapasitas pemeliharaan dan perbaikan pesawat militer di dalam negeri akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas luar negeri sekaligus meningkatkan kesiapan operasional armada nasional.

Lebih lanjut, Amir menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi politik yang baik dalam setiap kerja sama pertahanan yang melibatkan negara lain.

“Apabila terdapat kerja sama yang memerlukan persetujuan parlemen, maka pemerintah harus menjelaskan manfaat strategisnya secara komprehensif," kata Amir.

Dalam pandangan Amir, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis mencerminkan upaya Indonesia untuk memperluas pilihan strategis di bidang pertahanan, memperkuat kemampuan nasional, serta mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber pasokan.

“Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah menjaga kedaulatan negara. Kemandirian pertahanan bukan proyek lima tahun, tetapi proyek generasi,” pungkas Amir.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya