Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Purbaya Belum Tahu soal Dampak DSI ke Kas Negara

SELASA, 02 JUNI 2026 | 01:16 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah masih mengkaji besaran dampak kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) terhadap penerimaan negara, meski perusahaan tersebut telah beroperasi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pihaknya belum dapat memastikan potensi tambahan penerimaan negara dari perusahaan pelat merah yang ditugaskan mengelola ekspor komoditas strategis.

"Sudah dihitung tapi belum ketemu angkanya. Jadi kita masih hitung terus, ini kan masih baru pertama kan ya. Kita belum bisa lihat seperti apa dampaknya," kata Purbaya di Jakarta, dikutip Senin 1 Juni 2026.


Purbaya menjelaskan, pihaknya membutuhkan waktu untuk melihat efektivitas serta kontribusinya terhadap penerimaan negara, karena perusahaan itu baru mulai beroperasi.

Namun demikian, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap kinerja DSI setiap tiga bulan.

"Yang jelas DSI ini akan dimonitor setiap tiga bulan dievaluasi. Jadi tiga bulan dari sekarang baru saya bisa keluar angka yang lebih jelas dampak dari DSI ini kepada penerimaan negara," jelasnya.

PT DSI diketahui baru mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dan akan secara penuh menerapkan kebijakan ekspor komoditas satu pintu pada 1 Januari 2027. Pada tahap awal, PT DSI akan mengatur ekspor tiga komoditas utama, yakni minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan ferroalloy atau paduan besi. 

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menekan praktik under invoicing, transfer pricing, serta pelarian devisa hasil ekspor yang selama ini dinilai mengurangi potensi penerimaan negara.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya