Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Suap Bea Cukai

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

SENIN, 01 JUNI 2026 | 22:35 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut tuntas dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk menelusuri keterlibatan seluruh pengusaha rokok yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Desakan itu disampaikan menyusul rencana KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan pengusaha rokok Muhammad Suryo sebagai saksi dalam perkara dugaan suap, gratifikasi, serta pelanggaran kepabeanan dan cukai yang sedang diusut lembaga antirasuah tersebut.

“KPK jangan berhenti pada pemeriksaan formalitas. Semua pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik suap, gratifikasi, maupun penyalahgunaan fasilitas cukai harus diperiksa secara transparan dan profesional,” kata Uchok dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.


Menurut dia, pemeriksaan terhadap Muhammad Suryo seharusnya menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar dugaan praktik penyimpangan yang lebih luas di sektor kepabeanan dan cukai.

Uchok menilai, perkara yang saat ini ditangani KPK berpotensi mengungkap kerugian negara dalam jumlah besar apabila dugaan manipulasi cukai maupun pengaturan jalur impor benar-benar terbukti.

“Sektor cukai merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang sangat penting. Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan pengelolaan cukai harus ditindak secara serius,” ujarnya.

Uchok mengingatkan, apabila benar terjadi manipulasi pita cukai atau permainan dalam proses kepabeanan, dampaknya tidak hanya menjadi persoalan pidana, tetapi juga berpotensi mengurangi penerimaan negara yang seharusnya masuk ke kas negara.

“Kalau benar ada praktik manipulasi pita cukai atau permainan dalam proses kepabeanan, maka dampaknya bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga berpotensi mengurangi penerimaan negara yang seharusnya masuk ke kas negara,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta KPK tidak ragu menelusuri aliran dana maupun hubungan antara pelaku usaha dan oknum pejabat Bea Cukai yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

“KPK harus berani membuka secara terang apakah ada jaringan yang bekerja secara sistematis. Jangan sampai kasus ini berhenti pada beberapa nama saja, sementara aktor lain yang diduga berperan justru tidak tersentuh,” katanya.

Uchok berharap proses penyidikan dilakukan secara independen dan profesional agar mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi.

“Jangan ada tebang pilih. Semua pihak yang diduga mengetahui, menikmati, atau terlibat dalam praktik korupsi harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto memastikan pemeriksaan ulang terhadap Muhammad Suryo tinggal menunggu penjadwalan penyidik. Suryo sempat mangkir dari panggilan pertama pada 2 April 2026 karena masih menjalani pemulihan pasca kecelakaan.

Dalam pengembangan perkara, KPK mendalami dugaan pengakalan pembayaran cukai rokok melalui penggunaan pita cukai bertarif rendah yang diduga ditempelkan pada produk rokok mesin yang memiliki tarif cukai lebih tinggi.

Selain itu, penyidik juga menelusuri dugaan pengaturan parameter sistem pemeriksaan barang impor di DJBC yang diduga dimanfaatkan untuk meloloskan barang tanpa pemeriksaan fisik.

Hingga kini KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam perkara tersebut, terdiri dari empat pejabat Bea Cukai dan tiga pihak swasta dari Blueray Cargo. Lembaga antirasuah itu juga telah menyita berbagai aset bernilai lebih dari Rp40,5 miliar yang terdiri dari uang tunai, logam mulia, hingga jam tangan mewah.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya