Berita

(Foto: Istimewa)

Hukum

Surat dari Salemba, Arief Pramuhanto: Saya Tidak Korupsi

SENIN, 01 JUNI 2026 | 20:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Arief Pramuhanto, mantan Direktur Utama PT Indofarma dan komisaris utama PT Indofarma Global Medika, punya cara sendiri untuk memaknai momentum perayaan hari lahir Pancasila pada 1 Juni.

Berada di balik jeruji besi tahanan, dia menulis pesan dengan judul Surat dari Salemba yang ditulis tangan.

Dalam suratnya, Arief menyampaikan harapannya untuk mendapatkan keadilan terbaik. Dia juga menyebut nama Allah dan Rasullah untuk menegaskan kalau dirinya tidak melakukan perbuatan korupsi sebagaimana putusan kasasi dari Mahkamah Agung.


"Dalam persidangan tidak pernah terbukti adanya niat jahat (mens rea) untuk merugikan negara, apalagi mengambil uang negara demi memperkaya diri sendiri atau orang-orang terdekat saya. Demi Allah dan Rasulullah, saya tidak pernah melakukan hal nista tersebut," tulis Arief dalam suratnya yang disampaikan melalui salah satu kuasa hukumnya di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.

Arief melalui surat bertulis tangan menyampaikan momentum 1 Juni ini seharusnya menjadi ruang refleksi. 

"Pada momen kelahiran dasar negara ini, muncul pertanyaan paling mendasar, sudahkah keadilan benar-benar ditegakkan di negeri ini?"

Berikut surat lengkap dari Arief Pramuhanto:

Surat dari Salemba

Assalammuaaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hari ini, 1 Juni, Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Momen ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi saya pribadi. Ini bukan egoisme, melainkan sebuah refleksi dari balik jeruji besi: pada momen kelahiran dasar negara ini, muncul pertanyaan paling mendasar, sudahkah keadilan benar-benar ditegakkan di negeri ini?

Saya bersuara karena saat ini sedang berjuang menjemput keadilan di negeri yang amat kita cintai. Sudah 18 bulan saya ditahan di Rutan Salemba atas tuduhan yang tidak pernah saya lakukan. Sebuah tuduhan keji bernama korupsi. Padahal, dalam persidangan tidak pernah terbukti adanya niat jahat (mens rea) untuk merugikan negara, apalagi mengambil uang negara demi memperkaya diri sendiri atau orang-orang terdekat saya. Demi Allah dan Rasulullah, saya tidak pernah melakukan hal nista tersebut.

Momentum 1 Juni kali ini bisa juga menjadi pengingat terhadap periode 6 tahun silam. Masa dimana wabah Covid-19 menyebarkan ketakutan ke seluruh negeri. Di saat semua orang diimbau untuk bekerja dari rumah (Work From Home), saya memilih berdiri di garis depan. Mengapa? Karena saya ingin memastikan obat-obatan dan alat kesehatan terdistribusi dengan cepat dan tepat. Saat itu, saya mengabdikan seluruh waktu, pikiran, dan tenaga sebagai Direktur Utama PT Indofarma untuk membantu negara mengatasi pandemi.

Tapi sekarang ceritanya sungguh berbeda. Saya dituduh menyalahgunakan wewenang yang tak berdasar atas kebijakan di masa pandemi. Mengapa kerugian bisnis murni perusahaan harus disederhanakan dan dikriminalisasi menjadi tindak pidana korupsi? Apakah jabatan saya sebagai Komisaris di PT Indofarma Global Medika harus memikul tanggung jawab pidana atas masalah operasional yang secara hukum berada di luar kewenangan saya?

Semoga Hari Lahir Pancasila tidak berhenti sebagai seremoni tahunan semata, melainkan menjadi pengingat bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia harus benar-benar dirasakan oleh semua warga negara, termasuk mereka yang sedang mencari keadilan.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hormat saya,

Arief Pramuhanto

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya