Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

SENIN, 01 JUNI 2026 | 13:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi nasional menuju sistem ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal itu disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 1 Juni 2026. 

Dalam amanatnya, Prabowo menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi semata tidak cukup apabila manfaatnya belum dirasakan secara adil oleh seluruh rakyat Indonesia. 


Selama bertahun-tahun sebagian besar nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia justru lebih banyak dinikmati pihak luar, sementara rakyat belum memperoleh manfaat yang optimal dari kekayaan yang dimiliki bangsa sendiri.

"Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," ujarnya.

Karena itu, Prabowo menegaskan transformasi ekonomi menjadi salah satu tugas utama pemerintahannya. 

Transformasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem ekonomi Pancasila yang berlandaskan prinsip religiusitas, kemanusiaan, persatuan nasional, dan keadilan sosial, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi industri, pengelolaan devisa hasil ekspor, serta penguatan sektor koperasi dan ekonomi desa. 

"Tugas sejarah saya sebagai Presiden ke-8 RI adalah untuk melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional kita. Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," jelasnya.

Sebagai penutup, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, memperluas manfaat program pembangunan hingga ke tingkat desa, serta memastikan kekayaan nasional tidak lagi bocor ke pihak yang tidak berhak. 

"Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya