Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Bursa Asia Variatif di Awal Juni

SENIN, 01 JUNI 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Senin pagi, 1 Juni 2026, dipicu ketidakpastian proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. 

Bursa Korea Selatan menjadi sorotan utama setelah indeks Kospi melonjak 1,31 persen dan mencapai rekor tertinggi baru. Di saat yang sama, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru turun 1,58 persen. Penguatan Kospi didorong oleh reli saham teknologi, terutama Samsung Electronics yang naik lebih dari 3 persen dan menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.

Di Jepang, pergerakan pasar cenderung terbatas. Indeks Nikkei 225 menguat 0,17 persen, sementara indeks Topix turun 0,3 persen. Sementara bursa Australia melemah dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,21 persen.


Saham SoftBank Group menjadi perhatian investor setelah melonjak sekitar 5 persen. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana investasi sebesar 45 miliar Euro dalam lima tahun ke depan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Prancis.

Di Hong Kong, sentimen pasar terlihat lebih lemah. Kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.098, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.182,39. Kondisi ini mengindikasikan pembukaan perdagangan yang cenderung negatif.

Perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan dirinya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki bulan keempat. 

Meski menginginkan penyelesaian damai, Trump dalam wawancara terbaru dengan Fox News menegaskan bahwa opsi lain masih terbuka jika pembicaraan tidak menghasilkan hasil yang diinginkan.

“Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan membuat kesepakatan yang baik. Perlahan tapi pasti kami mendapatkan apa yang kami inginkan, dan jika tidak, kami akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda,” ujarnya. 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya