Berita

ILustrasi (Artificial Inteligence)

Dunia

Iran Tolak Damai dengan AS Jika Kesepakatan Hanya Berisi Bualan

SENIN, 01 JUNI 2026 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menyetujui perjanjian apa pun dengan Amerika Serikat (AS) sebelum hak-hak negara itu benar-benar dijamin. 

Sikap tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam sidang virtual Majelis Permusyawaratan Islam yang menandai dimulainya tahun ketiga masa kerja Parlemen Iran ke-12, Minggu, 31 Mei 2026, waktu setempat.

Menurut Ghalibaf, keberhasilan diplomasi Iran harus diukur dari hasil konkret, bukan dari janji politik. Ia menegaskan bahwa Iran hanya akan memenuhi komitmennya jika terlebih dahulu memperoleh keuntungan yang jelas dan dapat dibuktikan. 


“Para prajurit di medan pertempuran perjuangan diplomatik sama sekali tidak mempercayai kata-kata dan janji-janji musuh,” kata Ghalibaf, dikutip dari media pemerintah Iran, IRNA, Senin 1 Juni 2026.

“Kriteria kami adalah pencapaian nyata yang harus kami raih, dan hanya sebagai imbalan atas pencapaian tersebut kami akan memenuhi komitmen kami. Sampai kami yakin bahwa kami telah menjamin hak-hak bangsa Iran, kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ghalibaf juga mengenang mendiang Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Ia menyebut bangsa Iran masih berduka atas kepergian pemimpin yang selama puluhan tahun dianggap berperan besar dalam membimbing Revolusi Islam dan membangun fondasi Iran yang kuat, mandiri, dan berpengaruh.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei atas pesan strategis yang diberikan kepada parlemen dan menyebutnya sebagai panduan penting bagi para legislator.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya