Berita

Gedung Polres Metro Jakarta Barat. (Foto: Dok. Polres Metro Jakbar)

Hukum

Nafsu Setan Pria Tambora, Gagahi Anak di Bawah Umur Pakai Kekerasan

MINGGU, 31 MEI 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan orang tua korban yang tak terima dengan petaka menimpa buah hatinya.

Kasat PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Nunu Suparmi mengungkapkan, dari hasil penyelidikan mendalam, polisi akhirnya menetapkan seorang pria berinisial AR (20) sebagai tersangka. Pemuda tanggung tersebut terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap korban yang masih di bawah umur.

"Setelah menerima laporan, penyidik langsung bergerak melakukan serangkaian penyelidikan, memeriksa korban dan saksi-saksi, serta mengumpulkan alat bukti hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku," ujar Nunu kepada wartawan, Minggu, 31 Mei 2026.


Nunu menjelaskan, aksi bejad pelaku bermula saat dirinya mengenal korban melalui seorang temannya sejak April 2026 lalu. Modus kedekatan itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk merayu dan mengajak korban berkunjung ke kediamannya.

Nahas, pada Sabtu 23 Mei 2026, korban yang datang ke rumah pelaku justru menjadi pelampiasan nafsu bejad. Korban disetubuhi secara paksa oleh pelaku sebanyak tiga kali. Korban sejatinya sempat melakukan perlawanan sengit demi mempertahankan kehormatannya, namun kalah tenaga.

"Korban berusaha menolak dengan cara merapatkan pahanya dan berusaha menendang pelaku. Korban juga berusaha berteriak minta tolong, namun oleh pelaku mulut korban langsung dibekap menggunakan telapak tangan," beber Nunu.

Selain menjebloskan pelaku ke dalam jeruji besi, Nunu menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis kepada korban melalui UPT P3A DKI Jakarta.

Polisi memastikan proses hukum berjalan profesional dengan mengutamakan masa depan korban. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa pelapor, korban, serta sejumlah saksi, termasuk mengamankan hasil visum dari rumah sakit.

Atas tindakan bejadnya tersebut, tersangka AR kini dijerat dengan Pasal 473 Ayat 2 huruf b UU 1/2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya