Berita

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf. (Foto: Kemenhaj)

Politik

Geber Evaluasi, Kemenhaj Tancap Gas Siapkan Layanan Haji Tahun Depan

MINGGU, 31 MEI 2026 | 14:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil skema Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Dengan demikian, fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 Hijriah dengan proses pemulangan yang berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.

“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujar Menhaj di Makkah, Minggu, 31 Mei 2026.


Menhaj menjelaskan, sebelumnya jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah. Sementara jemaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.

Meski fase Mina telah selesai, Menhaj menegaskan bahwa layanan kepada jemaah haji tetap berlanjut. Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijjah, sementara sebagian lainnya masih akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Tanah Air.

Menhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar terus mengawal dan mendampingi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah. 

Pendampingan ini penting untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf, sekaligus memastikan jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi tetap mendapatkan perhatian prioritas.

Secara khusus, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah kooperatif dan tertib mengikuti arahan petugas selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PPIH Arab Saudi atas dedikasi dan kerja keras dalam melayani jemaah.

“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” kata Menhaj.

Menhaj juga mengimbau jemaah untuk tetap menjaga kesehatan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji. Sebab, pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 30 Juni 2026 secara bertahap.

“Jemaah kami imbau untuk tetap menjaga kesehatan, cukup beristirahat, dan mengikuti arahan petugas. Mulai 1 Juni, proses kepulangan jemaah ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap hingga 30 Juni,” lanjutnya.

Menhaj menambahkan, berakhirnya fase Mina tidak menjadi akhir dari kerja penyelenggaraan haji. Kemenhaj akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan layanan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji berikutnya.

Pada 29 Mei 2026, Kemenhaj juga telah menerima informasi awal dan timeline penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi Kemenhaj untuk menyiapkan penyelenggaraan haji tahun depan sejak dini.

Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi dalam mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang. Menurut Menhaj, pengalaman persiapan lebih awal pada penyelenggaraan haji 2026 memberikan dampak besar terhadap keteraturan operasional, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara.

“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” tandas Menhaj.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya