Berita

Representative Image (Foto: WHO)

Dunia

Wabah Ebola Bundibugyo Meluas, WHO Percepat Uji Klinis Terapi dan Vaksin

MINGGU, 31 MEI 2026 | 13:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mempercepat upaya pencarian terapi dan vaksin untuk menghadapi wabah Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo (BVD) yang saat ini terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC) dan telah mencatat kasus lintas batas di Uganda. 

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Minggu, 31 Mei 2026, WHO menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada terapi maupun vaksin yang telah memperoleh lisensi khusus untuk mencegah atau mengobati penyakit Ebola akibat virus Bundibugyo. 

Karena itu, seluruh kandidat produk yang diprioritaskan hanya akan digunakan dalam kerangka uji klinis guna menghasilkan data ilmiah yang kuat sekaligus menjamin pelaksanaan penelitian yang aman, etis, dan efektif.


"WHO sekarang bekerja sama erat dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo dan Uganda untuk memfasilitasi implementasi evaluasi penelitian produk-produk ini," bunyi laporan tersebut. 

Untuk penanganan pasien yang telah terkonfirmasi terinfeksi, para ahli independen merekomendasikan tiga kandidat terapi utama, yakni antibodi monoklonal MBP134, Maftivimab®, serta antivirus remdesivir. 

Selain itu, kombinasi antara antibodi monoklonal dan remdesivir juga dinilai layak untuk dievaluasi lebih lanjut melalui penelitian klinis di lapangan.

Di sisi pencegahan, WHO menempatkan antivirus oral obeldesivir sebagai kandidat prioritas untuk profilaksis pascapaparan pada kontak erat kasus Ebola. 

Sementara itu, vaksin dosis tunggal rVSV Bundibugyo yang dikembangkan International AIDS Vaccine Initiative (IAVI) dinilai sebagai kandidat paling menjanjikan, meskipun diperkirakan masih membutuhkan waktu tujuh hingga sembilan bulan sebelum siap diuji efektivitasnya dalam uji klinis.

Kandidat vaksin lainnya, ChAdOx1 Bundibugyo yang dikembangkan Universitas Oxford bersama Serum Institute of India, diperkirakan dapat tersedia dalam dua hingga tiga bulan untuk tahap penilaian efektivitas. 

Para ahli menilai pendekatan vaksin dosis tunggal dapat diterapkan bagi kontak kasus Ebola, sedangkan strategi dua dosis berpotensi digunakan untuk kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan dan petugas garis depan.

WHO juga meninjau kemungkinan penggunaan Ervebo, satu-satunya vaksin Ebola yang telah berlisensi. Namun organisasi tersebut menegaskan bahwa bukti perlindungan silang terhadap virus Bundibugyo masih terbatas dan belum konklusif. 

"WHO merekomendasikan agar Ervebo tidak digunakan di luar lingkungan penelitian yang dirancang dengan cermat, untuk memungkinkan penilaian kinerjanya terhadap BDV," demikian laporan WHO.

Bersama pemerintah Republik Demokratik Kongo, Uganda, Africa CDC, ANRS Emerging Infectious Diseases Prancis, serta sejumlah mitra ilmiah internasional, WHO kini menyusun protokol penelitian untuk menguji keamanan dan efektivitas terapi yang diprioritaskan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya