Berita

Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: RMOL)

Politik

Terlempar dari DPR, Mampukah PPP Kembali ke Senayan?

MINGGU, 31 MEI 2026 | 08:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dominasi partai-partai lama di parlemen Senayan masih terlampau kuat. Hingga saat ini, belum ada partai politik baru yang benar-benar mampu menembus dan menggeser kekuatan partai-partai mapan di DPR RI.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio, sejarah pemilu menunjukkan bahwa partai-partai yang telah lama eksis masih menjadi kekuatan utama dalam perebutan kursi di Senayan.

"Sampai hari ini belum ada partai baru yang bisa menembus parlemen Senayan mengalahkan dominasi partai lama," kata pria yang akrab disapa Hensa itu lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 31 Mei 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mencontohkan nasib Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang pada Pemilu 2024 gagal memenuhi ambang batas parlemen sehingga tidak berhasil mengirimkan wakilnya ke DPR RI.

Menurut Hensa, kegagalan PPP tersebut juga memunculkan tantangan tersendiri menjelang Pemilu berikutnya. Sebab, dalam sejarah politik Indonesia terdapat anggapan bahwa partai yang sudah terlempar dari parlemen akan sangat sulit untuk kembali masuk ke Senayan.

"Di DPR itu ada semacam mitos, kalau sudah pernah terlempar belum pernah ada lagi yang balik," ujarnya.

Karena itu, Hensa menilai menarik untuk melihat apakah PPP mampu mematahkan anggapan tersebut pada pemilu mendatang. Menurutnya, kemampuan partai berlambang Ka'bah itu untuk bangkit dan kembali lolos ke DPR RI akan menjadi salah satu ujian penting dalam peta politik nasional.

"Mungkin tidak dia bisa balik? Itu yang akan menjadi tantangan dan menarik untuk dilihat ke depan," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya