Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: RMOL)

Politik

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

MINGGU, 31 MEI 2026 | 08:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, berkeliling Indonesia membuat peta pertarungan politik semakin terbuka menjelang kontestasi mendatang.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai kemunculan kembali Jokowi di ruang publik secara intensif membuat para aktor politik mulai menghitung ulang posisi dan strategi mereka.

"Memang Jokowi secara tidak langsung bikin musuh sendiri. Kenapa? Karena dengan dia muncul ke permukaan, orang-orang jadi tahu bahwa Jokowi sedang siap bertarung," kata Hendri Satrio lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 31 Mei 2026.


Menurut pria yang akrab disapa Hensa itu, langkah Jokowi tersebut berpotensi memengaruhi hubungan politik dengan sejumlah partai. 

Ketua umum partai politik yang selama ini masih menjalin komunikasi atau berkunjung menemui Jokowi, kata dia, kini bisa menghadapi pertanyaan dari kader internal partainya sendiri.

"Partai-partai politik, terutama ketua umum partai politik lain yang biasanya sowan menghadap Jokowi, bisa jadi saat ini harus berpikir dua kali. Karena kalau sampai tetap melakukan kunjungan kepada Jokowi, pasti dipertanyakan oleh kader-kadernya," ujarnya.

Hensa menilai seluruh kekuatan politik kini mulai mencermati dan memetakan kekuatan Jokowi. Apalagi jika agenda keliling Indonesia tersebut memang berkaitan dengan upaya membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Bagaimana cara membendung Jokowi yang berkeliling-keliling ini? Mungkin sekarang lawan politiknya adalah lawan PSI. Jadi dicatat kekuatan Jokowi itu ada di mana," tuturnya.

Menurut Hensa, kekuatan Jokowi bukan hanya terletak pada popularitas dan kedekatannya dengan masyarakat, tetapi juga pada persepsi publik mengenai sumber daya politik yang masih dimilikinya.

"Jokowi masih populer. Dalam politik, branding yang kuat tentu akan tetap diperhitungkan dan diwaspadai oleh lawan-lawan politiknya," katanya.

Karena itu, lanjut Hensa, pertanyaan terbesar dari manuver politik Jokowi saat ini adalah sejauh mana pengaruh mantan presiden tersebut mampu mendongkrak elektabilitas PSI pada pemilu mendatang.

"Pertanyaan terbesarnya, mampu tidak Jokowi membuat PSI tembus Senayan atau minimal hasil suara pemilunya bisa di atas 4 persen?" pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya