Berita

Kepulan kabut putih gas nitrogen yang sempat menyelimuti permukiman warga di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Gas Nitrogen Selimuti Pemukiman Warga Tuban, PT NESR Beri Penjelasan

LAPORAN: ADIRIN*
SABTU, 30 MEI 2026 | 22:30 WIB

Kepulan kabut putih gas nitrogen yang sempat menyelimuti permukiman warga di Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan memicu kepanikan masyarakat akhirnya mendapat penjelasan dari pihak PT National Energy Services Reunited Corp (NESR).

Manajemen PT NESR menegaskan bahwa kabut putih yang terlihat di sekitar lokasi perusahaan bukan berasal dari kebocoran gas berbahaya, melainkan bagian dari proses operasional pengisian nitrogen yang digunakan untuk mendukung kegiatan lifting minyak di wilayah Pertamina Sukowati, Kabupaten Bojonegoro.

Manajemen PT NESR, Daniel Wahyudi, menjelaskan bahwa gas nitrogen yang digunakan perusahaan merupakan gas yang umum dipakai dalam berbagai sektor industri karena memiliki tingkat risiko yang rendah.


“Secara umum nitrogen biasa dan sudah lama digunakan di industri karena bahayanya rendah,” ujar Daniel, Sabtu 30 Mei 2026.

Ia menerangkan, nitrogen sebenarnya merupakan bagian terbesar dari udara yang setiap hari dihirup manusia. Namun, dalam kebutuhan industri, gas tersebut digunakan dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi untuk mendukung proses tertentu.

Menurut Daniel, penggunaan nitrogen dilakukan atas kebutuhan operasional lifting minyak karena tekanan aliran alami dari sumur minyak sudah menurun.

“Gas nitrogen ini dibutuhkan sesuai permintaan Pertamina karena gas alir alaminya sudah rendah. Maka diperlukan gas bantuan buatan, namun tidak merusak kualitas minyaknya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kabut putih yang terlihat oleh warga muncul saat proses transfer gas nitrogen dari tangki pengirim ke tangki penerima. Dalam proses tersebut dilakukan venting atau pelepasan sebagian gas guna menjaga keseimbangan tekanan agar aliran nitrogen tetap berjalan dengan baik.

“Karena perbedaan tekanan tangki pengirim dan tangki penerima harus dijaga, maka dilakukan proses venting. Gas nitrogen dibuang sebagian agar nitrogennya tetap mengalir. Jadi yang terjadi bukan kebocoran,” tegasnya.

Daniel menambahkan, fenomena kabut putih lebih mudah terlihat pada dini hari atau pagi hari ketika suhu udara masih rendah. Sementara pada siang hari, proses penguapan berlangsung lebih cepat sehingga kepulan serupa biasanya tidak tampak.

Sebelumnya, kabut putih yang muncul dari area PT NESR pada Jumat pagi 29 Mei 2026 sempat membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial hingga viral.

Dalam video yang beredar, terlihat kepulan kabut putih menyelimuti area sekitar perusahaan dan masuk ke permukiman warga. Beberapa warga bahkan mendatangi lokasi perusahaan untuk meminta penjelasan karena khawatir gas tersebut membahayakan kesehatan.
Kontributor Blora

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya