Berita

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting. (Foto: Istimewa)

Politik

750 Yonif TP Untungkan Masyarakat

SABTU, 30 MEI 2026 | 06:11 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bila dijalankan secara profesional dan terukur, pembangunan 750 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) hingga 2029 mendatang dengan target 150 batalyon per tahun, memiliki sejumlah keuntungan bagi masyarakat.

Demikian dikatakan Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting, dikutip Sabtu 30 Mei 2026.

Pertama: Memperkuat kehadiran negara di daerah. Banyak wilayah terpencil minim infrastruktur dan pelayanan negara. 


"Kehadiran Yonif TP bisa mendorong pembangunan jalan, komunikasi, kesehatan, hingga distribusi logistik," kata Ginting.

Kedua: Membantu ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Konsep “teritorial pembangunan” mengindikasikan keterlibatan dalam sektor produktif seperti pertanian, irigasi, dan logistik pangan. 

"Ini bisa memperkuat ekonomi desa bila dilakukan tepat sasaran," kata Ginting.

Ketiga: Respons cepat terhadap bencana. Keberadaan satuan militer di daerah mempercepat evakuasi dan bantuan kemanusiaan saat bencana.

Keempat: Efek keamanan dan stabilitas. Daerah rawan konflik biasanya lebih stabil ketika negara hadir secara aktif. 

"Stabilitas keamanan sering menjadi syarat utama investasi dan pembangunan ekonomi," kata Ginting.

Namun di sisi lain, pembangunan besar-besaran Yonif TP juga memunculkan sejumlah kekhawatiran dari masyarakat yang mungkin tidak memahami filosofi kehadiran satuan tersebut.

"Terlepas dari pro dan kontra, pembangunan Yonif TP menunjukkan satu hal penting, yakni Indonesia sedang bersiap menghadapi dunia yang semakin tidak stabil," pungkas Ginting.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya