Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Keliling Indonesia cuma Bikin Gaduh

SABTU, 30 MEI 2026 | 03:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi berkeliling Indonesia kembali memantik perhatian publik. 

Peneliti media dan politik Buni Yani mengimbau Jokowi membatalkan rencananya melakukan safari politik keliling Indonesia.

"Banyak rakyat yang menolak. Jokowi keliling Indonesia cuma bikin gaduh," kata Buni Yani, dikutip Sabtu 30 Mei 2026.


Menurut Buni Yani, seharusnya Jokowi merasa malu berkeliling Indonesia, karena masih keaslian ijazah Fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dimilikinya diragukan keasliannya.

"Masak terduga ijazah palsu tidak punya malu?" sambungnya.

Muncul dugaan safari nasional tersebut dilakukan Jokowi untuk memperkuat posisi putranya, Gibran Rakabuming Raka, menuju Pemilu 2029 dan PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep.

Sebelumnya, Jokowi sendiri telah buka suara terkait rencananya melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia. 

Ia mengaku sudah siap memenuhi undangan masyarakat sekaligus bertemu kader PSI dan para relawan.

“Ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada, dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah,” kata Jokowi di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Senin 25 Mei 2026.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya