Berita

Momen pertemuan Anies Baswedan dan Mahfud MD. (Foto: Facebook Mahfud MD)

Publika

Anies-Mahfud MD, Pasangan Terbaik Pilpres 2029

KAMIS, 28 MEI 2026 | 18:53 WIB

TIDAK seperti pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang tidak fungsional. Joko Widodo-Ma’ruf Amin kurang fungsional. Anies Baswedan-Mahfud MD sangat fungsional. 

Keduanya mampu mengejawantahkan kinerja, visi, dan misi dalam lorong waktu dan diagram flowchart profesionalitas, meritokrasi dan demokrasi.  

Di kabinetnya sangat terfilterisasi dan terpilih dengan jajaran menteri berkeahlian mumpuni di bidangnya sebagai mesin ber-endurance berakselerasi tinggi dan modern dalam menjalankan manajemen roda pemerintahannya  -- lihat kapasitas gabungan keduanya pernah menjadi gubernur, rektor, menteri pendidikan, menteri pertahanan, Menko Polhukam dan anggota tim ahli reformasi Polri.


Pun bersama mitra komplemen bagaimana peran otorisasi kembaga kepresidenan keduanya kelak akan mudah meluruskan yang bengkok dan melakukan bersih-bersih Indonesiaa dari kotoran sampah, seperti kotornya kolusi kepartaian di kabinet itu.

Memgembalikan fungsi lembaga-lembaga tinggi negara lainnya pada jalur dan track yang benar. 

Yaitu, menjalankan demokrasi Trias Politika secara murni dan konsekuen sesuai rel konstitusional.

Senjatanya mematikan keduanya, adalah roda jalannya pemerintahan digerakkan oleh mesin supremasi hukum dengan mendasari pada semua norma aturan hukum perundangan. Maka, itu pasti menjamin terwujudnya good governance and clean goverment. 

Bebas KKN dengan merevitalisasi memperbesar peran dan fungsional KPK; mengesahkan UU perampasan aset; memberikan sanksi hukum yang menimbulkan efek jera bagi kejahatan-kejahatan extraordinary.

Menegakkan peran dan fungsi lembaga-lembaga peradilan yang baik, benar dan jujur.  

Menjamin pula terwujudnya situasi ketertiban dan keamanan nasional yang kondusif.

Seiring hasil nyata dari proses reformasi Polri secara struktural dan menyeluruh tanpa kolusi dan korupsi dengan jaringan kriminal yang seringkali bukan malah diberantasnya, melainkan dilindunginya. Apalagi, tangan Polri basah kuyup berpolitik.

Pun merevitalisasi peran dan fungsi TNI dengan tugas mutlak menjaga ketahanan dan pertahanan nasional. Menjaga keutuhan wilayah NKRI. Mampu mengusir segala bentuk gangguan kekuatan asing baik secara politik maupun ekonomi. Mencoba menginfiltrasi, mengintervensi, apalagi menganeksasi.

Yang jelas, TNI bukan aktor pembangunan; bukan alat penekan demokrasi; dan bukan pula elemen barrier otoriter serta junta militer rezim berkuasa.

Dalam kerangka pembagian tugas pokok Anies sebagai Presiden kelak sebagai tokoh pemimpin kenegarawanan dan kebangsaannya skala prioritas  -- sesuai kepentingan kompetensinya yang paling tinggi dan luar biasa -- Anies sangat brilian dalam upaya peningkatan mutu pemberdayaan manusia Indonesia.

Kuncinya, untuk mencapai tujuan mutu pemberdayaan manusia tersebut mencapainya haruslah nyata dan mampu menerobos lorong percepatan waktu dalam kompetisi yang sangat ketat di level globalisasi Mondial -- jika tidak ingin Indonesia terus ketinggalan!

Maka, melalui reformasi, transformasi dan revolusi di dunia pendidikan, salah satu yang terbesar Anies akan melakukan pembaharuan pendidikan berorientasi riset, ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Termasuk, strategi outward looking sebagai jangkar cara diplomasinya melalui pendidikan membangun kerja sama mondial dengan seluruh universitas negara maju dalam posisi tawar bersifat konsultatif riset, teknologi dan ilmu pengetahuan yang tentu akan lebih efisien, efektif dan bebas nilai:

Ketimbang dengan kecenderungan pendekatan melalui diplomasi geopolitik (birokrasi dan blok politik) dan geoekonomi (birokrasi investasi dan blok ekonomi) di era lembaga-lembaga politik, ekonomi dan hukum mondial tengah kacau, sumir dan chaos ini. 

Akibat ulah Amerika Serikat yang semakin ultra-zionis menjadikan seolah harus ada pengakuan dunia bahwa Amerika, adalah polisional dunia.

Inward looking, restrukturisasinya holistik dengan sistem pengajaran dan pembelajaran dari semua jenjang pendidikan dengan sistem kurikulum terbarukan. Termasuk, sistem renumerasi baru yang layak bagi para guru dan dosen.

Muaranya, sentra pendidikan tertinggi pada skala universitas dan BRIN yang diperluas dan diperbesar peran dan fungsinya akan didirikan di daerah-daerah yang berkesuaian dengan sumber produk dan kepentingan risiptek yang dibutuhkan. 

Bakal ada kawasan-kawasan baru pusat ristek. Keduanya bakal menjadi pusat iptek yang adaptif dengan kemajuan teknologinya. Termasuk, di bidang industrialisasi, informasi dan digitalisasinya.

Dengan itu sasaran SDM Indonesia akan mampu membangun sendiri semua infrastruktur industri dan teknologi hilirisasi. Karena secara hulu Indonesia sudah memiliki SDA yang sangat kaya. 

Seluruhnya sebagai bahan dasar dari alam dijadikan sumber daya proses pembentukan hilirisasi di bidang pengadaan energi dan pangan yang sangat dibutuhkan Indonesia sendiri dan dunia secara keberlanjutannya. 

Setelah tambang fosil batubara, minyak, emas, yang masih belum tereksplorasi penuh. Sekarang Indonesia pun sebagai negara produsen terbesar di dunia , seperti: nikel, lithium, silikon, plutonium bahkan uranium. Semua menjadi bahan dasar penting bagi pengadaan sumber daya energi terbarukan.

Itu bilamana SDM Indonesia secara berdaulat sendiri mampu memproduksi secara hilirisasi di bidang pengadaan sumber daya energi dan pangan.

Itu akan menjadikan Indonesia dalam track yang benar menuju pencapaian percepatan sebagai negara maju -- tanpa perlu rent seeking oligarki, menjual kedaulatan, dan perampokan SDA mentah, dan lain-lain.

Alias membuka pintu gerbang Indonesia Emas 2045 sebagai perwujudan pencapaian kemakmuran dan kesejahteraan yang berdaulat secara mandiri sendiri, nyata dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Itulah sedikit sisi-sisi perspektif keunggulan substantif kedua pasangan ini mengapa layak menjadi alasan terbaik dipilih di Pilpres 2029. Sekaligus, untuk percepatan kemajuan rakyat dan negara Indonesia ke depan.

Dairy Sudarman
Pemerhati politik dan kebangsaan

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya