Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Langkah Agresif BI Belum Mampu Selamatkan Rupiah

KAMIS, 28 MEI 2026 | 15:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rupiah Indonesia mencetak rekor terendah baru dan kian mendekati level psikologis Rp17.900 per Dolar AS pada perdagangan Kamis 28 Mei 2026.. 

Libur panjang membuat momentum perdagangan rapuh, memicu pelemahan Rupiah selama enam hari berturut-turut sekaligus mengunci penurunan mingguan kesembilan secara beruntun. 

Sepanjang tahun ini berjalan, Rupiah sudah rontok 6,4 persen, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.


Tekanan ganda datang dari luar dan dalam negeri. Dari global, indeks dolar AS perkasa menuju level tertinggi tujuh minggu setelah serangan militer AS ke Iran meredupkan harapan damai dan memicu kecemasan inflasi global. Dari domestik, pasar dilanda kecemasan menanti rilis data inflasi dan perdagangan pekan depan, mengingat lonjakan harga energi berpotensi merusak kestabilan inflasi.

Meskipun Bank Indonesia sudah mengambil langkah berani dengan menaikkan suku bunga di atas ekspektasi pada pertengahan Mei, jurus tersebut belum cukup ampuh. Rupiah tetap tak bertenaga menghadapi kombinasi defisit fiskal, kinerja ekspor-impor yang loyo, serta derasnya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan domestik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya