Berita

Ilustrasi daging kurban. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ini Alasan agar Daging Kurban Segera Disalurkan

RABU, 27 MEI 2026 | 19:39 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Masyarakat diimbau segera mendistribusikan daging kurban setelah proses penyembelihan guna menjaga kualitas dan keamanan pangan. 

Imbauan ini penting karena daging kurban termasuk bahan pangan yang mudah rusak, terutama jika terlalu lama dibiarkan dalam kondisi tertutup pada suhu ruang.

Dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus auditor halal LPPOM, Henny Nuraini, mengingatkan bahwa keterlambatan distribusi dapat memicu peningkatan suhu daging dan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme.


“Jika terlalu lama dibungkus plastik dan dibiarkan pada suhu ruang, kualitas daging bisa cepat menurun karena mikroorganisme berkembang lebih cepat,” kata Henny, dikutip dari laman MUI, Rabu 27 Mei 2026. 

Selain soal distribusi, Henny juga menyoroti penggunaan kantong plastik dalam pembagian daging qurban yang masih lazim dilakukan di masyarakat. Menurutnya, tidak semua jenis plastik aman digunakan untuk kontak langsung dengan bahan pangan.

Henny menjelaskan, plastik yang tidak berstandar food grade, terutama plastik daur ulang seperti kantong kresek hitam, berpotensi mengandung zat berbahaya yang bisa berpindah ke daging.

“Karena itu, penggunaannya untuk membungkus langsung daging perlu dihindari,” kata Henny.

Sebagai solusi, plastik daur ulang masih dapat dimanfaatkan sebagai lapisan luar kemasan, sementara bagian yang bersentuhan langsung dengan daging dianjurkan menggunakan bahan yang aman untuk pangan.

Henny juga mengingatkan, apabila distribusi mengalami kendala atau daging belum langsung dikonsumsi, penyimpanan harus dilakukan pada suhu dingin menggunakan lemari pendingin atau freezer agar kualitas daging tetap terjaga.

“Pemilihan kemasan dan kecepatan distribusi menjadi bagian penting dari menjaga kualitas daging qurban agar tetap sehat dan aman dikonsumsi,” pungkas Henny.  

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya