Berita

Pertamina NRE dalam Rakernas Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina NRE Gaet Petani Tebu Pasok Bioetanol

RABU, 27 MEI 2026 | 19:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bergerak cepat mempercepat pengembangan bioetanol nasional. Kali ini, anak usaha holding BUMN energi tersebut menggandeng para petani tebu sebagai ujung tombak penguatan swasembada energi nasional.

Komitmen strategis tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, dalam Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Senin lalu, 25 Mei 2026.

John menyatakan, ketersediaan bahan baku seperti molases atau tetes tebu menjadi faktor penentu dalam produksi bioetanol guna menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). Oleh karena itu, sinergi dengan petani lokal menjadi harga mati.


"Hubungan dengan petani tebu harus terus dijaga karena dari situlah kita mengembangkan feedstock bioetanol," ujar John Anis dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

Meski begitu, John tidak menampik adanya tantangan besar di sektor keekonomian dan kepastian pasar. Pihaknya kini fokus merumuskan formula agar bahan bakar nabati ini tetap terjangkau di masyarakat, namun tetap memberikan keuntungan yang adil bagi para petani.

Merespons langkah Pertamina NRE, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan langsung pasang badan. Otoritas siap memperkuat tata kelola sektor hulu demi mendongkrak produktivitas tebu nasional agar lebih kompetitif.

"Pemerintah akan membantu melalui perbaikan tata kelola pupuk hingga penguatan sektor pengairan. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari asosiasi dan para petani," tegas Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura Kemenko Pangan, Radian Bagiono.

Di sisi lain, Ketua Umum APTRI, H. Soemitro Samadikoen, menyambut positif rencana implementasi kewajiban pencampuran (mandatory blending) bioetanol tersebut. Menurutnya, program ini menjadi angin segar yang membuka keran pasar baru bagi petani tebu.

"Program mandatory ini tentu menjadi hal yang positif bagi petani. Yang penting bagaimana mekanisme harga bisa diterima dan memberikan kepastian," kata Soemitro.

Guna menciptakan ekosistem industri yang sehat dari hulu ke hilir, Pertamina NRE memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengawal regulasi harga yang seimbang bagi produsen dan konsumen.

"Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat antara pemerintah, industri, dan petani, bioetanol dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional," pungkas John.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya