Berita

Muara Karta. (Foto: Istimewa)

Politik

Sita Harta Koruptor untuk Sumbang APBN

MINGGU, 24 MEI 2026 | 02:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sekitar 80-82 persen dari total pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berasal dari penerimaan perpajakan, yang meliputi pajak, bea, dan cukai. 

Selama puluhan tahun pajak secara konsisten menjadi tulang punggung utama untuk membiayai belanja negara dan pembangunan nasional. APBN Indonesia tahun 2026 disepakati dengan total belanja negara sebesar Rp3.842,7 triliun dan target pendapatan negara mencapai Rp3.153,6 triliun. 

Pakar hukum Muara Karta mendorong Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggenjot sumber pendapatan lain di luar pajak.


"Kalau sumber APBN dari pajak rakyat, lalu kemana sumber daya alam, seperti mineral, dimana hasil bumi kita dikelola negara ini," kata Karta  dalam video singkat yang diunggah akun Youtube Media-DPR Biro Jkt, dikutip Minggu 24 Mei 2026. 

Melihat besarnya nilai pajak yang menjadi tulang punggung utama membiayai negara, menurut Karta, jelas sudah keterlaluan.

"Ini sudah nggak bener. Jadi sepertinya Purbaya nggak mampu berpikir APBN diperoleh bukan melulu dari pajak, tapi dari sumber-sumber lain," kata Karta.

Menurut Karta, sumber pendapatan lain yang bisa dimaksimalkan adalah melalui penyitaan harta para koruptor.

"Para koruptor yang menikmati keringat rakyat harus diambil hartanya," kata Karta.

Untuk itu, Karta mendorong Presiden Prabowo Subianto agar merealisasikan janjinya nenangkap penggarong duit rakyat.

"Agar uang yang disita bisa dinikmati rakyat, untuk mencerdaskan bangsa," kata Karta.

Karta mengingatkan bahwa masih banyak rakyat yang tidak sejahtera. Padahal dalam Pasal 33 UUD 1945, sangat jelas bahwa kekayaan alam yang terkandung di dalam republik ini adalah milik rakyat dan dikembalikan kepada rakyat untuk kesejateraan wong cilik. 

Presiden Prabowo Subianto diketahui akan menggunakan uang sitaan koruptor dan hasil denda aset negara, senilai Rp10,2 triliun yang diserahkan Kejaksaan Agung, untuk merenovasi 5.000 Puskesmas di seluruh Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya