Berita

Pengucapan sumpah jabatan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Jumat 22 Mei 2026 (Foto: Akun X @WhiteHouse)

Bisnis

Babak Baru Kebijakan Moneter AS: Era Kevin Warsh di The Fed Resmi Dimulai

SABTU, 23 MEI 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar keuangan global kini bersiap menyambut arah kebijakan baru setelah Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Jumat 22 Mei 2026 waktu Amerika Serikat (AS).

Pelantikan ini menandai dimulainya era baru bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut di bawah nakhoda pilihan Presiden Donald Trump. Warsh resmi mengambil sumpah jabatan baik sebagai Ketua maupun anggota Dewan Gubernur The Fed setelah sebelumnya berhasil melewati proses nominasi yang ketat dan mengantongi persetujuan dari Senat AS.

Tak hanya memimpin Dewan Gubernur, pada hari yang sama, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) juga secara bulat memilih Warsh sebagai ketua komite. Langkah ini memberikan Warsh kendali penuh dalam menentukan arah kebijakan moneter dan suku bunga acuan AS ke depan, sebuah posisi krusial di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global saat ini.


“Komite Pasar Terbuka Federal dengan suara bulat memilih Warsh sebagai ketuanya,” tulis Federal Reserve dalam siaran resminya yang dikutip Sabtu 23 Mei 2026. 

Proses penunjukan Warsh terbilang berjalan taktis. Setelah dicalonkan oleh Donald Trump pada 4 Maret 2026, ia dikonfirmasi oleh Senat sebagai anggota Dewan Federal Reserve pada 12 Mei, sebelum akhirnya disahkan sebagai ketua sehari kemudian. Berdasarkan aturan yang berlaku, Warsh akan menakhodai The Fed hingga 21 Mei 2030, sementara masa tugasnya sebagai anggota Dewan Gubernur akan berjalan panjang hingga 31 Januari 2040.

Kevin Warsh bukanlah figur asing di koridor bank sentral AS. Ia merupakan sosok veteran yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed tepat saat dunia dihantam krisis keuangan global pada tahun 2008 lalu.

Rekam jejaknya yang kuat dalam menavigasi krisis membuat penunjukannya kali ini dinilai sangat strategis. Para pelaku pasar dan ekonom global kini mengawasi ketat langkah pertama Warsh, terutama dalam merespons dinamika inflasi energi akibat ketegangan di Timur Tengah serta sinyal kebijakan hawkish yang sempat berembus di internal bank sentral belakangan ini.

Populer

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Rieke Diah Pitaloka Soroti Pentingnya Integrasi Data Haji Nasional

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:18

Pekan Depan, Presiden dan Wapres Serahkan Hewan Kurban ke Masjid Istiqlal

Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:01

Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Akhir Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:47

Haji 2026, Ketua Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Waspadai Tantangan Fase Armuzna

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35

DPR dan Grenpace Bahas Penguatan Swasembada Pangan Lewat Hilirisasi Perkebunan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:19

Pemerintah Disarankan Dahulukan Kelompok Rentan untuk MBG

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:09

Komisi V DPR Tinjau Gangguan GPS Penerbangan, Minta Sistem Mitigasi Diperkuat

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:01

Indeks DXY Kokoh di 99,24, Dolar AS Dekati Level Tertinggi 6 Pekan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:54

Harga Tiket FIFA Matchday Timnas Indonesia Juni 2026, Ini Cara Belinya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:48

Megawati dan Sri Sultan HB X Berbincang Santai di Keraton hingga Larut Malam

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30

Selengkapnya