VIDEO Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, orang nomor empat di Israel ini--mengejek para aktivis yang ditahan di penjara terapung Israel itu menjadi viral di media sosial Israel ini--memicu kontroversi skandal Ben Gvir dan desakan pembebasan aktivis Global Sumud Flotilla.
Saat mengunjungi para aktivis di dek penjara terapung Israel di pelabuhan Ashdod, Itamar Ben Gvir memvideokan tertawa-tawa sambil melontar kata-kata saat aktivis diminta bersujud, sebagian laki-laki bahkan dibuka bajunya.
Dalam satu klip, seorang aktivis yang diborgol berteriak Bebaskan Palestina saat Ben-Gvir berjalan melewatinya. Ia langsung dijambak rambutnya dan didorong ke tanah oleh petugas keamanan. Ben-Gvir tampak gembira melihatnya, begitulah tulis Yana Hawari Al Jazeera.
Supremasi Militer Alat Intimidasi
Di event lain di ceritakan ada pria dipukuli, disiksa dengan cara disetrum dan wanita yang berhijab dipaksa melepas kerudungnya.
Video pendek itu langsung viral dan menimbulkan ketegangan elite di lingkar PM Netanyahu di dalam maupun di luar negeri.
Jangan salah. Bukan pernyataan bersama 12 Menlu. Bukan tekanan suara internasional dari AS, Eropa, Asia yang menghujat. Bukan juga karena hebatnya kanal pintu belakang koneksi diplomatik RI-Turki.
Amat disayangkan Menlu Sugiono melihat aksi keji pasukan Israel di laut bebas kilometer 463 (250 mil) dari Barat Siprus dan masih jauh dari pantai Gaza Palestina ini seakan bisa dimaklumi. Walaupun Israel sengaja menghentikan, menaiki kapal dan melakukan aksi okupasi dan menyandera awak kapal aksi kemanusiaan.
Tidak betul, pasukan Israel menduduki kapal berbendera negara asing ini, bukan sebagai penculikan dan tindak penyanderaan. Bukan main-main. Puluhan tentara bersenjata lengkap meneror warga sipil, mengintimidasi dan mengiring mereka ke tempat tertutup.
Di situ, pernyataan Menlu RI terlalu dini, berbahaya karena dapat mereduksi tafsir dan justru berpihak memahami aksi Israel, yang seharusnya tidak boleh mengintersepsi, menduduki, menculik dan menyandera awak kapal kemanusiaan di laut internasional.
Berseberangan dengan Menlu Sugiono, Menlu Turki, Hakan Fidan mengecam keras aksi Israel itu dan menyebutnya lantang sebagai perompakan gaya baru, a new act of piracy.
Video Ben Gvir membuktikan semua, aksi penculikan dan penyanderaan itu Pak! Saatnya Indonesia juga tampil gagah, tidak kecut menghadapi Trump dan menjaga jarak secara tegas, sekalipun di dalam BOP--bertarung dengan ide Israel yang tidak sejalan, dengan jati diri kita sila kemanusiaan yang adil dan beradab.
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan bahwa ia telah meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir atas perlakuannya terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla.
Pernyataan serupa seharusnya bisa keluar dari Menlu Sugiono, mendesak lembaga seperti ASEAN, Uni Eropa atau BRICS memberi sanksi pada Israel apapun bentuk dan caranya.
Skandal Ben Gvir
Ketakutan pencitraan Israel terjun bebas, telah mendorong Netanyahu perintah melepas tawanan para aktivis.
Netanyahu menjaga jarak dengan video olok-olok ala skandal Ben Gvir itu dan membebaskan segera para tawanan gerakan kemanusiaan Flotilla.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menulis pesan sekaligus menuduh Ben-Gvir sengaja merusak citra negara. "Tidak, Anda bukanlah wajah Israel", ujar Menlu Israel seolah ingin berbeda dengan Ben Gvir.
Pemilu baru Israel dijadwalkan 6-7 Oktober 2026 ini dan proses mendulang dukungan rakyat mulai memanas.
Netanyahu dan Itamar sebenarnya sebelas dua-belas, sama-sama sama zionis yang menghalangi berdirinya negara Palestina, apa pun cara nya. Kedua tokoh itu juga yang terlibat menyerang kapal Mavi Marmara yang menggugurkan 10 aktivisnya 31 Mei 2010.
Ben Gvir, tokoh zionis ekstrim kanan, yang baru-baru ini memprovokasi warga muslim, dengan mengibarkan bendera Israel di kompleks masjid Al Aqsa.
Dia juga arsitek pembuat UU hukuman mati bagi tahanan Palestina, kali ini kena batunya. Mulutmu harimau mu. Senjata makan tuan.
Netanyahu dengan cepat mengecam aksi Ben Gvir dan memerintahkan pembebasan dan deportasi segera para tawanan awak rombongan kapal Flotilla.
Kantor berita Al Jazeera mengungkap cerita rahasia di balik kecaman yang jarang terjadi ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis Global Flotilla tidak sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma Israel. Do you believe it?
Bagaimana mungkin rezim keji Netanyahu dan IDF mewakili zionis Israel--yang telah memuaskan diri untuk melakukan pembunuhan massal ala genosida ini--memiliki kompas moral menjunjung hukum humaniter internasional ?
Menyerang warga sipil, wanita, anak dan bayi-bayi di Gaza dengan ribuan ton bom di pemukiman padat penduduk dan tank Merkava menembaki tentara Unifil di Lebanon.
Belum lagi aksi brutal menahan puluhan ribu ton bantuan air dan makanan yang membuat warga Gaza mati kelaparan di saat gencatan senjata, masih mengharap bangsa lain--melihat zionis Israel memiliki nurani dan menghormati nilai kemanusiaan yang adil dan beradab?
PLE Priatna
Analis geostrategi, diplomasi dan politik luar negeri RI.