Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Rebound ke 6.113 pada Sesi I, Sektor Industri Pimpin Penguatan

JUMAT, 22 MEI 2026 | 12:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada akhir perdagangan sesi I, Jumat siang 22 Mei 2026, setelah sempat tertekan tajam di awal perdagangan. 

Menutup sesi siang, IHSG menguat 18 poin atau 0,30 persen ke level 6.113, mengikuti penguatan mayoritas bursa regional Asia. 

Sebelumnya, indeks sempat terperosok hingga menembus area psikologis 6.000 pada awal sesi akibat tekanan jual yang masih tinggi. 


Aktivitas perdagangan terpantau ramai. Volume transaksi mencapai sekitar 199,5 juta lot saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,17 triliun hingga akhir sesi pertama. 

Penguatan IHSG juga menunjukkan pemulihan sentimen setelah tekanan besar yang terjadi beberapa hari terakhir, di tengah volatilitas pasar global dan pelemahan nilai tukar Rupiah. 

Sektor bahan baku atau basic industry menjadi motor utama kenaikan. Sektor ini berhasil melonjak 3,79 persen. Saham-saham berbasis bahan baku seperti BRPT, INKP, INTP, dan SMGR menjadi penopang utama penguatan sektor ini.

Di jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin emiten berbasis komoditas dan logam seperti MDKA, HRTA, INCO, MBMA, serta saham energi dan petrokimia seperti BUMI, DEWA, dan BRPT. 

Penguatan saham-saham tersebut menunjukkan minat beli mulai kembali masuk ke sektor berbasis sumber daya alam dan industrial.

Sebaliknya, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham kapitalisasi besar. Di kelompok top losers LQ45, saham CUAN, AMMN, ASII, EMTK, TLKM, JPFA, dan KLBF menjadi pemberat pergerakan indeks.

Sementara itu, sektor properti tercatat menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, turun 0,71 persen. Koreksi dipicu tekanan pada saham-saham seperti MTLA, DILD, LPKR, JRPT, CTRA, dan SMRA, mencerminkan investor masih berhati-hati terhadap sektor yang sensitif terhadap suku bunga dan daya beli masyarakat.

Meski berhasil ditutup di zona hijau pada sesi I, pergerakan IHSG masih dibayangi volatilitas tinggi. 

Sentimen eksternal berupa penguatan Dolar AS, ketidakpastian geopolitik global, serta kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan domestik diperkirakan masih memengaruhi perdagangan hingga penutupan sesi II.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

Senin, 18 Mei 2026 | 04:20

UPDATE

Kemlu: PT DSI Tingkatkan Kepercayaan Global terhadap Ekspor RI

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:20

Pantai Gading Perkuat Dukungan untuk Inisiatif Otonomi Sahara Maroko

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:07

Penduduk Indonesia Bertambah 1,4 Juta Jiwa

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:03

Pidato Prabowo Cerminkan Optimisme Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

Jumat, 22 Mei 2026 | 14:02

KPK Panggil Plt Bupati Tulungagung dan Sejumlah Pejabat dalam Kasus Dugaan Pemerasan

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:53

Kemenkeu dan BI Harus Bisa Menerjemahkan Keinginan Prabowo

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:41

Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Taksi vs KRL di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

Sembilan WNI Jalani Visum dan Tes Kesehatan di Turki

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:26

IKN Disiapkan Jadi Superhub Ekonomi Baru Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:20

Semen Indonesia Pangkas Empat Anak Usaha dalam Program Streamlining

Jumat, 22 Mei 2026 | 13:16

Selengkapnya