Berita

Ilustrasi (Gambar: Imagined by Babbe)

Bisnis

Pengiriman Chip ke China Ditunda, Saham NVIDIA Anjlok

SABTU, 16 MEI 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham NVIDIA kembali mengalami tekanan menjelang laporan kinerja kuartal pertama 2026. Harga saham perusahaan chip AI tersebut turun sekitar 4 persen dan mendekati level psikologis 200 Dolar AS setelah muncul kabar bahwa pengiriman chip AI H200 ke China masih tertunda.

Penurunan ini memicu kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan pendapatan NVIDIA, terutama karena pasar China selama ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama bagi bisnis pusat data dan kecerdasan buatan (AI) perusahaan.

Laporan menyebut pemerintah Amerika Serikat (AS) sebenarnya telah memberikan persetujuan penjualan chip AI H200 milik NVIDIA kepada sejumlah raksasa teknologi China seperti Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com. Namun hingga saat ini, izin pengiriman final dari otoritas China masih belum keluar sehingga pasar mulai mempertanyakan kapan pendapatan dari transaksi tersebut benar-benar dapat direalisasikan.


“Ketidakpastian soal persetujuan pengiriman akhir membuat investor mulai mempertanyakan kapan pendapatan dari pasar China benar-benar bisa masuk ke laporan keuangan NVIDIA,” tulis laporan FXLeaders, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.

Kondisi ini membuat investor mulai lebih berhati-hati terhadap saham sektor semikonduktor, terutama perusahaan yang memiliki ketergantungan besar terhadap pasar China. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China juga masih menjadi salah satu risiko terbesar bagi NVIDIA.

Perusahaan sebelumnya mengungkapkan bahwa pembatasan ekspor dari pemerintah AS telah menyebabkan kerugian miliaran dolar terhadap operasinya di China. Padahal sebelumnya, China merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi bisnis pusat data NVIDIA. Kini investor mulai mempertanyakan apakah perusahaan mampu menggantikan potensi kehilangan pendapatan dari China dengan permintaan dari wilayah lain.

Di tengah situasi tersebut, CEO NVIDIA Jensen Huang diketahui ikut dalam delegasi bisnis ke Beijing untuk membantu membuka kembali diskusi perdagangan semikonduktor dan menjaga hubungan dengan pelanggan di China.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Protelindo Masuk BTEL, Kuasai 10,86 Persen Saham Bakrie Telecom

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:26

Prabowo ke NTT Hari Ini, Pastikan Penanganan Korban Gempa Berjalan Baik

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:17

Pengamat: Rekam Jejak Mumpuni Bikin KH Marsudi Syuhud Unggul di Bursa Ketum PBNU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:13

Presiden Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU Besok

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:12

Emas Antam Merosot Rp18.000, Satu Gram Jadi Segini

Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:03

DEEP Ingatkan Percepatan Pemilu Harus Punya Alasan Konstitusional

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:55

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:44

SHOW Token Dorong Transformasi Industri Hiburan Global lewat Teknologi AI dan Blockchain

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21

Bursa Asia Variatif, Investor Pantau Pergerakan Timur Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:06

THMP Bantah Pertemuan Jokowi-Relawan Bahas Pemilu 2029

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:03

Selengkapnya