Berita

Talkshow Marapi Consulting & Advisory bertema “Masa Depan Alutsista Nasional: Teknologi, Industri Strategis dan Kemandirian Pertahanan Indonesia” pada Senin 11 Mei 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Alman Helvas Ali:

Sistem Pertahanan RI Tambal Sulam

SABTU, 16 MEI 2026 | 06:00 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sistem pertahanan Indonesia  dinilai tidak memiliki kemampuan yang mumpuni, karena tata kelola alat utama sistem persenjataan (alutsista) dianggap tidak dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan pentingnya aset negara.

Pengamat Militer dan Konsultan Bidang Pertahanan Marapi Consulting Advisory, Alman Helvas Ali menyampaikan kritik tersebut dalam Video Talkshow yang dirilis Marapi Consulting & Advisory bertema “Masa Depan Alutsista Nasional: Teknologi, Industri Strategis dan Kemandirian Pertahanan Indonesia” pada Senin 11 Mei 2026.

Alman menjelaskan, pemerintah cenderung menggunakan model pemeliharaan dan pengadaan alutsista yang tak pruden, sehingga juga emnimbulkan biaya yang tak murah.


“Sayangnya, selama ini masuknya alutsista baru tidak diikuti dengan alokasi anggaran pemeliharaan," kata Alman, dikutip redaksi pada Jumat, 15 Mei 2026. 

"Sehingga terkadang anggaran pemeliharaan untuk alutsista lama dialihkan untuk alutsista baru agar bisa beroperasi atau sistem tambal sulam,” sambungnya.

Alman memandang, tidak ada jaminan ketika ada alutsista baru anggaran pemeliharaan otomatis naik. Padahal, hal ini yang perlu menjadi konsen pemerintah dan DPR.

Alman mencontohkan kapal perang terbaru Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) buatan konsorsium Eropa MBDA yang sampai sekarang belum ada rudalnya karena dampak panjang pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

“Masa tunggu pesanan di MBDA menjadi 3-5 tahun dari sebelumnya 2 tahun terhitung sejak kontrak ditandatangani," kata Alman.

Demikian pula, tambah Alman, dalam kontrak pengadaan PPA tidak disertai kontrak pengadaan suku cadang, masing mengandalkan warranty pabrik yang memiliki masa jam putar. 

Karena itu, Alman juga menyatakan kebijakan penarikan pemeliharaan dan perawatan menjadi di bawah Kementerian Pertahanan seharusnya melalui masa transisi, karena selama ini di masing-masing matra TNI. 

“Ini agar Kemhan siap secara total, karena Kemhan sebelumnya tidak pernah melakukan,” demikian Alman.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya