Berita

Ilustrasi. (Foto: Dok. RMOL)

Politik

Pemerintah Dituntut Benahi Sistem Persenjataan secara Utuh

SABTU, 16 MEI 2026 | 02:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dituntut untuk membenahi sistem persenjataan dalam negeri, karena dianggap belum terkoordinasi dengan baik antar kementerian/lembaga.

Kritik itu disampaikan Ketua Harian Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas), Mayjen TNI (Purn) Jan Pieter Ate, dalam Video Talkshow yang dirilis Marapi Consulting & Advisory bertema “Masa Depan Alutsista Nasional: Teknologi, Industri Strategis dan Kemandirian Pertahanan Indonesia” pada 11 Mei 2026.

Menurut Pieter, resiko sistem perencanaan parsial yang dalam hal ini membeli dahulu platform alat utama sistem persenjataan (alutsista), baru kemudian memikirkan sistem persenjataannya cenderung tidak efektif untuk peningkatan sistem persenjataan.


“Semangat dari pengadaan alutsista adalah menghadirkan operational readiness, yang mensyaratkan adanya platform, sistem persenjataan awaknya, pelatihannya, dan dukungan logistiknya dalam satu sistem,” ujar Pieter dikutip redaksi pada Jumat 15 Mei 2026.

Pieter menerangkan, standar militer di dunia menyatakan kesiapan operasi adalah penjumlahan platform dikali senjata, dikali awaknya yang terlatih, dikali integrated logistic support (ILS)nya, dan beberapa hal lainnya.

“Bad lesson dari masa lalu semestinya tidak perlu diulangi. Saat ini kita di masa damai, sehingga tidak ada alasan untuk tidak membuat kontrak perawatan jangka panjang,” kata Pieter.

Di samping itu, Pieter memerhatikan komunikasi antara Kementerian Pertahanan sebagai pemegang kebijakan dan anggaran, bersama dengan TNI sebagai yang membutuhkan alutsista sudah berjalan. 

“Namun untuk sinkronisasi harus dibuktikan dalam praktik, apakah benar alutsista yang dibelanjakan adalah yang dibutuhkan oleh pengguna,” sambungnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya