Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Valuasi Nvidia Tembus 5,7 Triliun Dolar AS, Saham Melejit

JUMAT, 15 MEI 2026 | 13:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Nvidia berhasil mencetak rekor baru dengan kenaikan harga saham lebih dari 4 persen, membuat nilai pasar perusahaan chip AI tersebut menembus sekitar 5,7 triliun Dolar AS.

Penguatan terjadi menjelang laporan keuangan Nvidia yang akan diumumkan pekan depan. Sentimen positif terhadap sektor teknologi juga ikut mendorong kenaikan saham perusahaan tersebut.

Selain itu, pasar juga merespons laporan yang menyebutkan bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat telah menyetujui sekitar 10 perusahaan China untuk membeli chip H200 milik Nvidia. Chip H200 merupakan salah satu chip AI paling kuat yang dimiliki perusahaan tersebut.


Dikutip dari Yahoo Finance, Jumat 15 Mei 2026, beberapa perusahaan China yang disebut mendapatkan persetujuan antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.
Namun, hingga saat ini belum ada pengiriman chip yang dilakukan. Kondisi itu membuat potensi penjualan Nvidia ke pasar China masih belum pasti.

Dalam wawancara dengan CNBC, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pihaknya belum memiliki informasi terbaru terkait tambahan akses chip Nvidia ke China.

“Saya tidak memiliki informasi terbaru untuk dibagikan mengenai akses tambahan chip Nvidia ke China,” kata Bessent.

Sebelumnya, Nvidia juga telah menghapus proyeksi penjualan untuk pasar China dari laporan keuangannya. Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah AS membatasi penjualan chip AI tercanggih ke perusahaan-perusahaan China di tengah persaingan teknologi kecerdasan buatan antara AS dan China.

Di sisi lain, CEO Nvidia Jensen Huang dikabarkan ikut dalam rombongan pemimpin bisnis yang mendampingi Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan ke China untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.

Sepanjang tahun 2026, saham Nvidia sudah naik lebih dari 26 persen. Dalam 12 bulan terakhir, kenaikannya mencapai sekitar 70 persen, menunjukkan tingginya optimisme investor terhadap bisnis AI perusahaan tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya