Berita

Ilustrasi Dolar AS. (Foto: Freepik)

Bisnis

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

JUMAT, 15 MEI 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar (kurs) Rupiah yang menembus rekor terlemah baru terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) dipicu sentimen eksternal.

Pada perdagangan Jumat 15 Mei 2026, Rupiah tembus Rp17.614 per dolar AS. Mata uang Garuda itu melemah 84 poin atau minus 0,48 persen dari perdagangan sebelumnya.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan tersebut terjadi imbas menguatnya indeks Dolar AS setelah pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump.


Menurutnya, pasar mulai melihat peluang membaiknya hubungan AS dan China meski kedua pemimpin belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pembicaraan tersebut.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap Dolar AS seiring penguatan indeks Dolar di tengah optimisme investor terhadap pertemuan Xi dan Trump, meskipun pertemuan masih berlangsung dan belum ada pernyataan resmi terkait hasil pertemuan tersebut,” kata Lukman kepada RMOL.

Sebelumnya, Xi Jinping menegaskan kepada Trump bahwa hubungan AS dan China seharusnya dibangun sebagai kemitraan, bukan persaingan.

Xi menilai kedua negara memiliki kepentingan bersama yang lebih besar dibanding perbedaannya. Ia juga menyebut keberhasilan satu negara dapat menjadi peluang bagi negara lainnya.

“Kita harus saling membantu untuk meraih keberhasilan, kemakmuran bersama, dan menemukan jalan yang tepat bagi negara-negara besar untuk menjalin hubungan di era baru ini," ujar Xi dalam pertemuan di Beijing, Kamis, 14 Mei 2026.

Di sisi lain, Rupiah juga tertekan akibat lonjakan yield obligasi pemerintah AS yang mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir.

Lukman menjelaskan kenaikan imbal hasil obligasi tersebut dipicu data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan pasar sehingga meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

“Imbal hasil obligasi AS juga naik ke level tertinggi dalam setahun oleh data-data inflasi AS yang lebih panas dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga the Fed,” pungkasnya.

Dengan kombinasi sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya